Pedagang Hewan Kurban Keluhkan Sepinya Pembeli

Pedagang Hewan Kurban Keluhkan Sepinya Pembeli
Ilustrasi hewan kurban. ( Foto: ANTARA FOTO / Anis Efizudin )
/ YUD Jumat, 9 Agustus 2019 | 16:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pedagang hewan kurban di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur mengeluhkan sepinya pembeli pada dua hari menjelang Hari Raya Iduladha tahun ini.

"Penjualan tahun ini rada sepi, biasanya sudah habis," kata pedagang sapi kurban, Latief saat ditemui di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (9/8/2019).

Latief mengatakan sepinya pembeli disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat terhadap hewan kurban.

Ia mengaku menyediakan sebanyak 60 ekor sapi untuk kurban. Dari jumlah itu, baru 30 ekor yang terjual setelah dua minggu membuka lapaknya di tempat tersebut. Jumlah penjualan tersebut menurutnya jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu mencapai 50 ekor.

Latief menjual sapinya dengan kisaran harga sekitar Rp 17 juta hingga Rp 40 juta.

Nadia, pedagang hewan kurban lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Pada satu hari sebelum Iduladha, stok kambingnya masih banyak yang belum terjual.

"H-2 baru terjual 70 persen. Biasanya sudah habis,"ujarnya.

Ia mengatakan, persaingan antarpenjual yang menjadi penyebab sepinya pembeli. Menurutnya para pedagang yang mendapatkan hewan kurbannya langsung dari peternak akan menjualnya lebih murah.

Alasan tersebut yang menyebabkan kambingnya masih belum terjual semua.

"Tahun lalu selama Iduladha bisa mencapai 70 ekor, tapi sekarang belum. Mungkin nanti malam takbiran," tuturnya.

Nadia menjual harga kambingnya dengan kisaran harga Rp 2,6 juta hingga Rp 7 juta tergantung berat hewannya.



Sumber: ANTARA