Satu Hari Uji Coba Ganjil Genap, Dishub Klaim 28 Ruas Jalan Tol Lancar

Satu Hari Uji Coba Ganjil Genap, Dishub Klaim 28 Ruas Jalan Tol Lancar
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di jalan Protokol di Jakarta, Jumat (9/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Lenny Tristia Tambun / CAH Selasa, 13 Agustus 2019 | 11:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Tidak hanya 25 ruas jalan yang sudah mulai diterapkan uji coba pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor mobil ganjil genap, tetapi juga pintu masuk 28 jalan tol juga turut dalam uji coba kebijakan ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan sebanyak 28 ruas jalan tol yang pintu masuk dan keluarnya sejajar dengan koridor ganjil genap, turut dilakukan uji coba ganjil genap.

“Dari Pergub Nomor 155 tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap, ada masing-masing pintu tol mulai dari Koridor S Parman, Tomang Raya terus ke Timur Cawang, Kemudian ke kiri, ke arah DI Panjaitan, sampai dengan Ahmad Yani dan perempatan Cempaka Putih,” kata Syafrin Liputo, Selasa (12/8/2019).

Dengan dimasukkannya 28 ruas jalan tol dalam kebijakan perluasan ganjil genap, banyak pandangan yang menyatakan kebijakan ini akan menimbulkan titik kemacetan baru.

Syafrin Liputo memastikan kebijakan perluasan ganjil genap pada 28 ruas jalan tol ini tidak akan menimbulkan titik kemacetan baru. Menurutnya dengan dihapuskannya on off ramp, kendaraan tidak bisa masuk dan keluar pintu tol yang sejajar dengan area perluasan ganjil genap.

“Kan otomatis, begitu ditetapkan di off ramp itu tidak dikecualikan dari ganjil genap maka tidak ada bangkitan (titik kemacetan baru) di Bodetabek di pintu tol. Justru berdasarkan kajian BPTJ, bahwa saat off ramp dikecualikan, jadi sedemikian masifnya kendaraan masuk ke Jakarta untuk pergi belok kiri atau kanan menuju alternatif. Justru menambah kemacetan. Saat tidak dikecualikan atau dimasukkan ke dalam ganjil genap, malah jadi lancar,” terang Syafrin Liputo.

Kebijakan ini pun, lanjut Syafrin Liputo, telah diberitahukan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPT). Sejauh ini belum ada penolakan dari keduanya.

“Sudah, kita sudah surati. Saat ini tidak ada (penolakan). Justru diharapkan dari adanya kebijakan ini level service tol malah naik karena kecepatan yang dijanjikan dalam standar pelayanan minimum kepada pengguna itu bisa dicapai. Kecepatan rata-rata bisa lebih meningkat karena tidak terhambat,” jelas Syafrin Liputo.

28 Pintu Tol

Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebut sedikitnya 28 pintu tol diberlakukan sistem ganjil genap. Penerapan pembatasan kendaraan itu mulai dari Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang dan off ramp (pintu keluar tol)Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso.

Lalu, Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 2, off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama, dan Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 1.

Selanjutnya, Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan, off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar, dan off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda. Kemudian, off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan, Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 2, dan off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran.

Penerapan sistem ganjil genap berlanjut ke Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet 1, Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 2, off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II, dan off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika.

Kemudian, Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang, off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas, dan Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati.

Lalu di off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat, off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya, Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara, dan Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun.

Juga di Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya, off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan, dan Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas. Juga off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan dan Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih.

Perluasan ganjil genap baru resmi diberlakukan pada Senin, 9 September 2019. Uji coba akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Agustus hingga 6 September 2019.

Sistem ini juga mengalami sedikit perubahan waktu pada sore hari. Semula diberlakukan pada pukul 16.00 WIB-20.00 WIB, menjadi pukul 16.00 WIB-21.00 WIB. Sedangkan pada pagi hari tetap. Ganjil genap berlaku pukul 06.00 WIB-10.00 WIB.



Sumber: BeritaSatu.com