Mengapa DPRD DKI Setujui Anggaran Formula E?

Mengapa DPRD DKI Setujui Anggaran Formula E?
balap mobil Formula Electric yang digelar di Beijing, Tiongkok, 13 September 2014 ( Foto: Reuters )
Lenny Tristia Tambun / BW Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – DPRD DKI menyetujui usulan anggaran Formula E dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) DKI 2019. Anggaran yang diusulkan sebesar Rp 360 miliar, dan itu pun masih berupa uang muka (DP).

Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi mengatakan, Kota Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan balap mobil listrik, merupakan suatu terobosan yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Hal itu karena, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang giat-giatnya melakukan program pengendalian kualitas udara untuk menurunkan polusi udara. Bahkan sampai menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Nomor 66/2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

“Jadi Pak Gubernur mencoba mencari terobosan, khususnya di DKI Jakarta. Ada suatu niatan melakukan kegiatan yaitu Formula E. Apalagi sekarang kita sedang menggalakkan program penurunan polusi udara. Itu di satu sisi,” kata Prasetio Edi Marsudi di DPRD DKI, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Di sisi lainnya, negara-negara lain berebutan untuk menjadi tuan rumah Formula E. Dan Kota Jakarta, dipilih menjadi tempat pelaksanaan ajang balap mobil listrik tersebut. Tidak hanya itu, ia meyakini kegiatan Formula E ini dapat berkontribusi besar dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kayak Singapura, Malaysia, kan pendapatan juga bagus. Kami sih enggak keberatan selama anggaran ada. Nah di dalam agenda pembahasan kemarin, diusulkan. Ya kita dengan teman-teman di Banggar setuju. Karena ini pertama kali diadakan di Indonesia, di Jakarta,” ujar Prasetio Edi Marsudi.

Ditegaskan, pelaksanaan Formula E ini jangan dikaitkan dengan politik. Karena memang murni ingin menggelar balap mobil listrik di Jakarta. Kegiatan tersebut, menurutnya bukan merupakan kegiatan negatif.

“Kalau pandangan saya, Jakarta terlalu ikut politik banget, capek juga. Sudah lah ada sisi lain kok. Ya itu tidak ada salahnya juga. Itu bukan hal yang negatif, bisa menaikkan pendapatan kenapa tidak,” terang Prasetio.

Nilai anggaran Rp 360 miliar, menurutnya, masih berupa uang muka saja. Namun semuanya itu, pasti akan terbayar dengan pemasukan yang didapat dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Seharusnya, warga Jakarta bangga menjadi tuan rumah ajang balap mobil dunia tersebut. Bahkan ia berharap, ada event balap F1 di Indonesia juga. “Saya juga bangga,” tukasnya.

Terkait kritikan PSI yang menilai anggaran Formula E terlalu fantastis, Prasetio Edi Marsudi mengajak PSI membangun Jakarta dari semua sisi. Baik dari sisi pariwisata, kebudayaan hingga pembangunannya.

“Silakan PSI mengkritik. Kan kita juga berpikiran ke depan, ayo membangun Jakarta dari semua sisi,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com