SDM Unggul di Jakarta Harus Utamakan Pelayanan Prima

SDM Unggul di Jakarta Harus Utamakan Pelayanan Prima
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagian Biro Umum mulai bekerja di hari pertama setelah libur lebaran di gedung Pemprov DKI Jakarta, Senin 10 Juni 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Bhakti Hariani / JAS Senin, 19 Agustus 2019 | 13:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul, Pemprov Jakarta diminta untuk mengutamakan pelayanan prima kepada warganya. Segala bentuk respons cepat terhadap berbagai bidang seperti kesehatan, izin, pendidikan sangat dinantikan oleh warga Jakarta.

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan, SDM aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah difasilitasi dengan tunjangan yang besar. Maka hal itu haruslah ditunjang dengan kinerja yang maksimal.

"Mereka harus menciptakan banyak inovasi-inovasi yang memudahkan bagi warga. Dulu ada (aplikasi) Qlue dimana Qlue ini sangat memudahkan masyarakat untuk melapor apabila terjadi suatu hal. Sekarang apakah ada pengganti Qlue yang bisa lebih efektif untuk bisa merespons cepat berbagai keluhan masyarakat. Jangan kalah sama Surabaya yang bisa dalam hitungan jam atau bahkan menit melayani aduan warga," ujar Yayat kepada Suara Pembaruan, Senin (19/8/2019).

Lebih lanjut diungkap Yayat, inovasi-inovasi yang dilakukan jangan sampai tertinggal dari startup atau aplikasi milik swasta yang saat ini sudah demikian canggih dan memudahkan warga. Hal tersebut juga sangat bergantung pada sistem teknologi informasi yang dibuat oleh para ahli.

Pemprov Jakarta diharapkan Yayat, tidak segan untuk meminta masukan atau saran dari para ahli, akademisi, pengamat untuk menciptakan inovasi teknologi informasi yang memudahkan dan percepatan pelayanan bagi warga. Dengan demikian segala sistem yang berjalan bisa berada dibawah kendala sistem teknologi informasi yang tak membutuhkan ASN dalam jumlah banyak. Sehingga efektif dalam menuntaskan berbagai keluhan warga.

"Kerja samalah dengan para pengamat, ahli, akademisi dari perguruan tinggi. Beberkan apa yang menjadi kendala dan minta bantuan atau saran untuk menciptakan pelayanan yang efisien bagi warga. Kerja sama itu penting untuk menciptakan SDM unggul," tutur Yayat.

Sementara itu, pengamat perkotaan Nirwono Joga mengungkapkan, SDM ASN harus kompeten dan profesional dalam bekerja, bersikap melayani warga dengan baik dan cepat, efisien dan efektif, melek teknologi untuk mempermudah pekerjaan.

Sedangkan masyarakat juga dituntut untuk berpikir kritis dan peka terhadap permasalahan di kota tempat tinggal dan bekerja. Masyarakat juga diharapkan mampu berbuat untuk kotanya sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk mewujudkan kota yang lebih layak huni.

"Penggunaan teknologi diyakini dapat membantu dan mempercepat perwujudan hal tersebut," kata Nirwono Joga.



Sumber: Suara Pembaruan