Pemkot Bekasi Cari Investor Peltas Asing

Pemkot Bekasi Cari Investor Peltas Asing
Pembangkit listrik tenaga sampah (Peltas) yang dikelola oleh PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) belum memenuhi target menghasilkan listrik 1,5 MW per jam. Pemkot Bekasi siap-siap mencari investor baru dari luar negeri. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Senin, 19 Agustus 2019 | 14:21 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal mendatangkan investor luar negeri untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (Peltas) di Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.

"Kami mencari investor baru untuk mengelola sampah berbasis ramah lingkungan. Bisa investor dari luar negeri," ujar Kepala Bidang (Kabid) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswanti, Senin (19/8/2019).

Dia mengatakan, saat ini Pemkot Bekasi masih memberikan kesempatan kepada pengelola Peltas Sumurbatu, PT Nusa Wijaya Abadi (NWA), yang telah melakukan ujicoba menghasilkan listrik. Namun, beberapa kali uji coba yang dilaksanakan tidak juga memenuhi target mencapai listrik berdaya 1,5 mega watt (MW) per jam.

Pemberian kesempatan ini, kata dia, berdasarkan adanya upaya yang dilakukan PT NWA untuk memenuhi target menghasilkan listrik 1,5 MW/jam. Apabila tak juga mencapai target, Pemkot Bekasi akan melayangkan surat teguran.

Saat ini, Pemkot Bekasi siap-siap melayangkan surat peringatan kedua. "Tetapi, mereka tetap diberi kesempatan," katanya.

Menurutnya, mendatangkan investor baru masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut. Alasan mendatangkan investor baru karena mengacu Peraturan Presiden Nomor 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

"Perpres itu yang menjadi acuan kami harus cepat memiliki teknologi pengolahan sampah sebelum akhir tahun 2019," katanya.

Selain itu, Pemkot Bekasi mencari investor baru yang dapat menghasilkan listrik dalam daya yang lebih besar lagi. Sedikitnya, sampah yang bisa dimusnahkan sebanyak 800 ton per hari dengan menghasilkan listrik sebesar 19 MW/jam.

Dia mengaku, tidak bisa melakukan pemutusan kontrak secara sepihak kepada PT NWA. Untuk itu, pengelola masih diberikan kesempatan untuk segera memperbaiki pembangkit listriknya dan memenuhi perjanjian kerja sama.

Sementara, Ketua Bidang Pengembangan Kehidupan Perkotaan Tim Percepatan Penyelenggara Pemerintah dan Pembangunan, Benny Tunggul, mengatakan, mengatakan investor baru bakal didatangkan dari Asia.

"Pengelola baru itu akan fokus mengolah sampah menjadi listrik dalam skala yang lebih besar," katanya.

Benny menegaskan, kebutuhan mengubah sampah menjadi tenaga listrik di Kota Bekasi sangat mendesak sehingga pemerintah daerah membuka peluang masuknya investor baru.



Sumber: Suara Pembaruan