TransJakarta Komitmen Kembangkan SDM Unggul

TransJakarta Komitmen Kembangkan SDM Unggul
Karyawan PT Transportasi Jakarta mengikuti serangkaian perlombaan untuk menyemarakkan Kemerdekaan ke-74 RI, di Kantor Pusat TransJakarta di kawasan Cawang, Jakarta Timur. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Senin, 19 Agustus 2019 | 23:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Manajemen PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mempunyai komitmen untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Sebagai perusahaan daerah dengan jumlah karyawan terbanyak, komitmen tersebut dinilai sebagai sebuah keharusan dan tanggung jawab mutlak, dan menjadi prioritas nomor satu. Ini merupakan harapan yang diberikan TransJakarta bagi karyawan untuk meningkatkan kualitas diri dan kompetensinya.

“Karyawan kami saat ini mencapai hampir 9.000 orang. Banyak di antaranya bukan sarjana, tetapi tak sedikit yang sudah sarjana. Kemarin saya terhenyak, selepas upacara ada yang mendatangi saya untuk foto bareng, salah satunya adalah anggota DPO (departemen pengaman operasional) wanita yang demo karate TJ fighter. Dia dari Ambon, sarjana lulusan Fakultas Hukum Universitas Pattimura. Perguruan tinggi negeri di timur Indonesia,” kata Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono, kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Menurut Agung, masalah SDM menjadi tantangan bagi TransJakarta. “Mereka semua adalah tanggung jawab kami, manajemen TransJakarta, untuk terus meningkatkan kualitas mereka sebagai sumber daya manusia unggul yang mumpuni. Kami ingin mereka semua menjadi TransJakarta Cendekia,” kata Agung.

Pada kesempatan itu, Agung kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk mewujudkannya, manajemen PT TransJakarta telah menyepakati sejumlah fokus dan prioritas. “Sumber daya manusia adalah fokus perhatian pertama dan paling utama. Nomor satu. Ini yang sangat penting. Kita tidak bisa membuat kota ini maju, tidak akan bisa membuat pelanggan bahagia, kalau kita tidak punya semangat untuk maju, kalau kita tidak merasa dalam hati kita merasa bahagia bekerja,” kata Agung dalam keterangan tertulisnya.

Kerja Sama
Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas TransJakarta Nadia Diposanjoyo menjelaskan, beberapa langkah nyata yang telah mulai dan akan ditingkatkan pelaksanaannya, adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan formal serta pemberian beasiswa belajar untuk karyawan.

Awal tahun ini, TransJakarta telah menjalin kesepakatan dengan BPSDM Perhubungan. Ia mengungkapkan, TransJakarta menargetkan bisa menyerap sedikitnya 750 lulusan BPSDM Perhubungan pada 2019 ini. “Naik cukup signifikan dibanding realisasi tahun lalu sebanyak 250 orang,” kata Nadia.

Selain itu, perusahaan penyedia jasa angkutan umum ini juga telah menjalin kerja sama pemberian beasiswa dengan Universitas Paramadina Jakarta. Menurut dia, adanya beasiswa ini diharapkan bisa membangun semangat karyawan dalam meraih kemajuan nantinya. “Semuanya itu kuncinya adalah pendidikan,” ujarnya.

Kerja sama dengan Universitas Paramadina tersebut, menurut Nadia, memungkinkan seluruh petugas dan karyawan PT Transportasi Jakarta memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi tingkat sarjana. Kerja sama ini, terbuka lebar kesempatan bagi para sopir dan petugas lapangan untuk mendapatkan beasiswa.

"Kami berharap program ini bisa diikuti oleh mereka driver, pramudi dan yang menjaga pintu-pintu di lapangan. Mereka bisa berkesempatan melanjutkan kuliah gratis," kata Nadia menjelaskan.

Ia juga menjelaskan, kendati tidak memberikan layanan khusus bagi masyarakat pada hari peringatan kemerdekaan Sabtu lalu, PT Transportasi Jakarta juga turut serta menyemarakkannya dengan menyelenggarakan serangkaian perlombaan di Kantor Pusat TransJakarta di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

“Beragam perlombaan digelar cukup meriah dan riuh, seperti lomba panco wanita, lomba makan roti, lomba tarik tambang, pertandingan voli, hingga lomba tarik bus,” kata Nadia.

Rangkaian acara yang digelar semarak ini juga diharapkan mampu mempersatukan dan menjalin kekompakan antara karyawan yang berada di lapangan dan di kantor.

“Sementara tepat pada 17 Agustus 2019 lalu, segenap direksi PT Transportasi Jakarta bertindak menjadi petugas upacara. Sedangkan seluruh peserta upacara mengenakan baju daerah atau baju pejuang,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan