Puluhan Murid SMP di Bekasi Keracunan Makanan

Puluhan Murid SMP di Bekasi Keracunan Makanan
Ilustrasi keracunan ( Foto: Istimewa )
Mikael Niman / YUD Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:23 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎ Sebanyak 39 murid SMP swasta di Kota Bekasi mengalami keracunan makanan kedaluarsa. Mereka harus dirawat di Puskesmas dan rumah sakit karena mengalami mual-mual, muntah hingga sakit perut.

"Itu kejadian di sekolah wilayah Bekasi Timur, Senin (19/8/2019) kemarin," kata Kabid Pencegahan Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Sukrawati, Selasa (20/8/2019).

Dia mengatakan, ‎puluhan murid tersebut telah mendapat penanganan di rumah sakit dan Puskesmas. "Semua murid telah pulih dan telah pulang ke rumah masing-masing sejak Senin kemarin," imbuhnya.

‎Diduga mereka mengonsumsi makanan kedaluwarsa hingga menyebabkan keracunan. Bahkan, untuk memastikan Dinas Kesehatan Kota Bekasi telah mengambil sampel makanan dan menguji ke Balai Besar Teknik Kesahatan Lingkungan (BBTKL). "Hasilnya masih menunggu beberapa hari kemudian," ujarnya.

SMP Swasta yang berlokasi di Jalan Irigasi 2, Kelurahan Bekasijaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, sangat tertutup dengan kasus ini. Perwakilan sekolah yang ditemui, hanya membenarkan peristiwa tersebut tanpa menjelaskan lebih lanjut.

"Kejadian itu, sudah selesai. Anak-anak kita sudah beres (ditangani) semua," ujar salah satu pegawai sekolah yang enggan menyebutkan identitasnya.

Terpisah, Polrestro Bekasi Kota tengah melakukan penyidikan terkait peristiwa keracunan massal tersebut. "Masih kita dalami kasus ini bersama Dinkes Kota Bekasi," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari.

Menurutnya, polisi telah memintai keterangan dari pihak sekolah dan mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboraturium.

Erna mengatakan, kejadian bermula saat sekolah menggelar kegiatan lomba HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Senin (19/8/2019). Pihak sekolah membagikan makanan gratis kepada siswa yang juara.

Makan itu diduga kuat jadi penyebab keracunan massal. Berdasarkan pengakuan dari pihak sekolah, kata Erna, makanan itu dibeli dari sebuah warung yang tak jauh dari sekolah.

"Kami juga sudah memeriksa warung penjual makanan. Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan teliti dalam membeli makanan, cek tanggal kedaluwarsanya," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan