Pemkot Bekasi Masih Silang Pendapat dengan Pengelola Peltas

Pemkot Bekasi Masih Silang Pendapat dengan Pengelola Peltas
Mesin pembangkit tenaga listrik tenaga sampah (peltas) yang dikelola PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) di Sumurbatu, Kota Bekasi. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Kamis, 22 Agustus 2019 | 09:01 WIB

Bekasi, Beritasatu.com – Terjadi perbedaan opini antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dengan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (Peltas) PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) terkait daya listrik yang dihasilkan.

Pemkot Bekasi bersikeras, PT NWA belum memenuhi perjanjian kerja sama (PKS) menghasilkan daya listrik sebesar 1,5 megawatt (MW) per jam. Sedangkan PT NWA, mengklaim mesin pembangkit listriknya telah beroperasi dan menghasilkan daya sesuai perjanjian.

Dalam beberapa kesempatan, Chief Executive Officer (CEO) Nusa Wijaya Industries Group Teddy Sujarwanto mengatakan, mesin pembangkit listrik yang diimpor dari Tiongkok telah bekerja dengan baik. Mesin ini telah mendapat lisensi dari perusahaan raksasa di Jerman, dengan kapasitas menghasilkan daya listrik 1,5 MW per jam.

“Instalasi mesin pembangkit kami sudah beroperasi dengan baik,” ujar Teddy Sujarwanto, Kamis (22/8/2019).

Hanya saja, kata dia, perlu ada alat pengukur daya listrik berkapasitas 1,5 MW dan alat seperti itu dimiliki PT PLN (Persero). “Tenaga listrik yang dihasilkan pembangkit listrik harus disalurkan ke PLN untuk mengetahui daya yang dihasilkan,” ungkapnya.

Diketahui, PT NWA merupakan anak perusahaan Nusa Wijaya Industries Group.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantinah, menegaskan berdasarkan ujicoba selama empat kali, PT NWA belum dapat membuktikan mesin pembangkitnya menghasilkan listrik 1,5 MW per jam. Pemkot Bekasi belum dapat melihat adanya pembuktian bahwa, listrik PT NWA berkapasitas 1,5 MW per jam.

“PT NWA belum bisa membuktikan listrik yang dihasilkan 1,5 MW. Saat dilakukan commissioning test dengan tim Kemenko Maritim datang ke lokasi, tidak ada listrik yang dihasilkan, nol,” ujar Kustantinah.

Hingga saat ini, Pemkot Bekasi dan PT NWA belum menemukan titik temu hingga dilayangkan surat peringatan kepada pengelola Peltas Sumurbatu. “Minggu depan, kita lanjutkan rapat dengan pemerintah daerah,” pungkas Teddy.

 



Sumber: Suara Pembaruan