Ridwan Kamil Nilai Pembentukan Provinsi Bogor Raya Tidak Mendesak

Ridwan Kamil Nilai Pembentukan Provinsi Bogor Raya Tidak Mendesak
Gubernur Jawa barat (Jabar), Ridwan Kamil. ( Foto: ANTARA FOTO )
Vento Saudale / CAH Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:44 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai pemekaran Provinsi Bogor Raya sifatnya tidak mendesak untuk diwujudkan. Justru urgensi konteks pemekaran wilayah itu berada di wilayah adiministrasi tingkat dua, yaitu kabupaten atau kota.

"Sudah saya sampaikan urgensi pemekaran itu ada di tingkat dua," kata Ridwan atau Kang Emil sapaan akrabnya, saat ditemui usai menghadiri acara HUT ke-58 Gerakan Pramuka Jabar, di Stadion Pakansari Kabupaten Bogor, Kamis (22/8/2019).

Emil menilai, kalau daerah tingkat dua seperti kabupaten/kota banyak dimekarkan, justru Jawa Barat akan banyak mendapatkan alokasi dana dari pusat melalui DAU dan DAK.

"Saat ini DAU dan DAK Jawa Barat lebih sedikit bahkan perbedaannya bisa mencapai Rp15 triliun bila di bandingkan dengan provinsi Jawa Timur. Padahal, jumlah penduduknya lebih besar dari Jatim yang mencapai sekitar 50 juta jiwa," katanya.

Alasannya karena jumlah daerah tingkat dua di sana mencapai 38 Kabupaten/Kota sementara di Jawa Barat baru sekitar 27 Kabupaten/Kota.

Oleh karenanya, ia menekankan, yang perlu dilakukan adalah memperbanyak wilayah Kabupaten atau Kota bahkan sampai ke pedesaannya. Tujuannya juga agar pelayanan publik lebih optimal.

"Jadi tidak urgensi, urgensinya perbanyak daerah tingkat dua dan desa desa di mekarkan sehingga pelayanan publik lebih dekat," jelasnya.

Sebagai informasi, saat ini beberapa wilayah di Jawa Barat mengajukan pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB). Misalnya Bogor Barat yang sudah hampir selesai bahkan tinggal menunggu pencabutan moratorium dari Jokowi.

DOB Bogor Timur sudah disepakati antara Pemerintah dan DPRD Kabupaten Bogor pada Senin (22/7) lalu. Selanjutnya dibahas di Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pusat. Selain kedua wilayah itu, juga ada DOB Kabupaten Pangandaran dari Kabupaten Ciamis.



Sumber: BeritaSatu.com