Anies Canangkan Gerakan Samtama

Anies Canangkan Gerakan Samtama
Gubernur DKI, Anies Baswedan. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia )
Lenny Tristia Tambun / CAH Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mencanangkan Gerakan Sampah Tanggung Jawab Bersama atau dengan singkatan Samtama. Pencanangan ini dilakukan di Balai Kota DKI, Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Anies Baswedan mengatakan Samtama merupakan gerakan masyarakat untuk mengurangi dan mengolah sampah sejak dari sumber. Pada tahap awal, sebanyak 22 RW menjadi pelopornya. Nantinya, gerakan ini akan direplikasi ke seluruh RW se-Jakarta.

“Bapak dan ibu memulai sesuatu yang baru. Di Jakarta ada 2.927 RW, tapi yang berkumpul hari ini hanya 22 RW. Jumlahnya masih kecil, tapi jangan remehkan jumlah yang kecil. Jumlah yang berkumpul di sini adalah yang pertama untuk memulai gerakan baru untuk mengelola sampah di Ibukota,” kata Anies Baswedan dalam pengarahannya kepada ratusan relawan Samtama di Balaikota, Sabtu (24/8/2019).

Anies Baswedan menambahkan pengelolaan sampah memerlukan perubahan pola pikir masyarakat. Bahwa kota bukan hanya sekedar terlihat bersih dan rapi dengan mengirimkan sampahnya ke TPST Bantargebang, tapi mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

“Kita harus memulai kegiatan pengurangan sampah dengan aktifitas 3R (reduce, reuse, recycle),” ujar Anies Baswedan.

Pegelolaan sampah, lanjut Anies Baswedan, dimulai sejak dari selesai digunakannya suatu barang, lalu muncul residu atau sisa. Sisa tersebut biasa disebut sampah. Padahal, sisa dari suatu kegiatan merupakan material bagi kegiatan berikutnya. “Karena kita tidak mengolahnya, maka kita sebut itu sampah,” terang Anies Baswedan.

Dijelaskannya, salah satu ciri masyarakat modern adalah budaya memilah sampah. Pemilahan merupakan tahap penting dalam mengolah residu, sehingga dapat dimanfaatkan kembali. Sampah organik yang terpilah dapat diolah menjadi kompos menggunakan lobang biopori ataupun komposter. Sampah Anorganik yang terpilah dapat ditabung melalui bank sampah untuk selanjutnya di-recycle di industri daurulang.

“Di kota-kota maju dunia, kita akan menemukan bagaimana seluruh masyarakat mengurus sampahnya. Sampah bukan saja diurus oleh pemerintah karena yang menghasikan sampah kita semua,” jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Dalam acara yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sedang menjalankan peran city 4.0 dengan menyediakan platform bagi warga agar bisa berperan membangun kota dan bergerak bersama.

“Dinas Lingkungan Hidup bersama Tim Pengerak PKK membuat platform pengelolaan sampah dengan sebutan Samtama atau Sampah Tanggung Jawab Bersama ini,” kata Andono Warih.

Untuk gerakan Samtama, jelas Andono Warih, terbagi menjadi dua bagian yaitu Laskar Samtama dan Kampung Samtama.

Untuk Laskar Samtama telah diseleksi sebanyak 209 dari 429 orang yang mendaftar untuk menjadi relawan. Ke 209 orang itu terdiri dari 185 relawan umum dan 24 relawan dokumentasi.

Relawan Laskar Samtama berasal dari beragam profesi, seperti ibu rumah tangga, mahasiswa, pegawai swasta, guru, seniman, bahkan ada ASN Pemprov DKI Jakarta.

“Relawan Laskar Samtama akan diajak ke TPST Bantargebang untuk melihat pengolahan sampah secara langsung, sekaligus untuk mengikuti sesi edukasi mengenai pengelolaan sampah,” ungkap Andono Warih.

Sedangkan, Kampung Samtama diisi oleh warga RW setempat yang memiliki inisiatif untuk memperbaiki pengelolaan sampah di kampungnya. Kampung Samtama ini telah menjaring 330 relawan di 22 RW.

Ditambahkannya, Gerakan Samtama juga melibatkan komunitas yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah. “Kami bersyukur di Jakarta banyak orang baik yang ingin bergerak bersama untuk membenahi Jakarta melalui kerelawanan,“ turut Andono Warih.

 



Sumber: BeritaSatu.com