Anies Harapkan FKUB DKI Wujudkan Kerukunan Umat Beragama

Anies Harapkan FKUB DKI Wujudkan Kerukunan Umat Beragama
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengukuhkan 117 pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) periode 2019-2024 wilayah DKI Jakarta di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (28/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 28 Agustus 2019 | 22:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengukuhkan 117 pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) periode 2019-2024 wilayah DKI Jakarta di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

FKUB ini terdiri dari unsur tokoh MUI (Majelis Ulama Indonesia), PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), Keuskupan Agung Jakarta, WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia), PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia), MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia).

Anies Baswedan mengharapkan FKUB DKI di bawah kepemimpinan Dede Rosyada, dapat menjadi jembatan bagi kerukunan, keutuhan, dan persatuan masyarakat Jakarta.

"Selamat atas terpilihnya para pengurus yang sudah dikukuhkan. Saya berharap saudara-saudara sekalian yang hari ini dikukuhkan akan bertugas dengan sebaik-baiknya. Ini semuanya bersepakat dan berkumpul untuk tujuan mulia yaitu membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk mewujudkan kerukunan dan kesejahteraan umat beragama,” kata Anies Baswedan.

Anies menggarisbawahi keunikan khas Jakarta secara khusus, maupun Indonesia secara umum bukan sekadar keberagamannya, melainkan ikhtiar bersama untuk mewujudkan persatuan.

"Keberagaman itu adalah bawaan kita yang tidak bisa kita hindari. Kita terlahir dan besar berasal dari berbagai identitas. Tapi bersatu atau tidak itu adalah pilihan kita, itu adalah ikhtiar kita,” ujar Anies Baswedan.

Karena itu, Anies meminta FKUB DKI Jakarta dapat menjadi contoh baik yang berperan sebagai jembatan dalam menanggung amanah besar sebagai pemersatu masyarakat.

"FKUB adalah salah satu institusi yang menerjemahkan ikhtiar itu agar persatuan terjaga dan berkembang. Karena perbedaan latar belakang itu bawaan, tapi persatuan kebersamaan kerukunan itu hasil usaha,” terang Anies Baswedan.

Dalam acara itu, Anies Baswesan menyampaikan tantangan masa depan yang tidak akan terasa berat apabila dilakukan bersama-sama secara kolaboratif. Yaitu kecepatan informasi yang ditopang media dan teknologi. Karena itu, harus dibangun komunikasi interaksi menghasilkan kepercayaan.

"Bila ada saling percaya atau trust, maka insyaallah situasi yang sekarang kita hadapi terkait dengan keterbukaan dan kecepatan informasi itu bisa terjaga. Saya berharap pengurus FKUB benar-benar nantinya bisa menjalankan perannya menjadi jembatan yang memperkuat saling percaya antar masyarakat di ibu kota Jakarta ini,” tandas Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com