Pengungsi Pencari Suaka Dipindah ke Tebet, Sekda DKI: Mau Bagaimana Lagi

Pengungsi Pencari Suaka Dipindah ke Tebet, Sekda DKI: Mau Bagaimana Lagi
Suasana lokasi pengungsi yang mencari suaka di Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (26/7/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Lenny Tristia Tambun / CAH Jumat, 30 Agustus 2019 | 13:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ribuan pengungsi pencari suaka yang berada di tempat penampungan di gedung eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat akan dipindahkan secara bertahap ke kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Menyusul, keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang meminta tempat penampungan tersebut harus dikosongkan pada Sabtu (31/8/2019).

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan Pemprov DKI sudah tidak dapat memperpanjang bantuan kepada para pengungsi pencari suaka.

Adanya keterbatasan kemampuan untuk memberikan bantuan yang menjadikan alasan menghentikan bantuan tersebut. Selain itu, bantuan yang telah diberikan Pemprov DKI sejak tangga 12 Agustus hingga 31 Agustus 2019 sudah cukup.

“Kami sudah cukup. Kami sudah memaksimalkan bantuan. Sudah ada program dari UNHCR untuk mencukupkan bantuan kita,” kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Karena itu, Pemprov DKI tetap pada keputusan semula, meminta pengosongan gedung eks Kodim besok, Sabtu (31/8/2019). “Iya, mau bagaimana lagi,” ujar Saefullah.

Mengenai pengungsi pencari suaka dipindahkan ke kawasan Tebet, dijelaskan Saefullah, keputusan itu merupakan wewenang pemerintah pusat.

“Ini soal wewenang. Wewenang ini ada di pemerintah pusat. Kalau kami kemarin bergerak karena ada rasa kemanusiaan saja. Jadi saya rasa kami sudah maksimal,” terang Saefullah.

Ditegaskannya, bila ada pengungsi yang keluar dari tempat penampungan di Tebet, dan menggunakan trotoar untuk tidur atau aktivitas apa pun, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pemerintah setempat. Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan penertiban atau pengusiran para pengungsi yang berada di trotoar.

“Masyarakat lebih baik melaporkan ke petugas. Nanti petugas yang melakukan penertiban. Karena, trotoar kita sedang dibangun dan perbaikan agar orang nyaman berjalan. Jadi jangan salah digunakan,” papar Saefullah.

Meski sudah tak bertanggung jawab terhadap nasib pengungsi pencari suaka, Saefullah mengungkapkan Pemprov DKI tetap menempatkan perwakilannya di dalam tim gabungan penanganan pengungsi pencari suaka.

“Sampai sekarang masih ada tim kami yang ditugaskan disana. Yang dibahas dalam tim adalah bagaimana kami mengawal UNHCR dalam mengeluarkan mereka dari tempat penampungan sementara,” jelas Saefullah.

 



Sumber: BeritaSatu.com