AP II Tingkatkan Penggunaan Angkutan Massal di Soetta

AP II Tingkatkan Penggunaan Angkutan Massal di Soetta
Bus Damri yang melayani tujuan dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta. ( Foto: Damri )
Thresa Sandra Desfika / JAS Jumat, 30 Agustus 2019 | 13:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Angkasa Pura (AP) II mendorong optimalisasi penggunaan transportasi publik sebagai sarana utama pergerakan masyarakat dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, porsi penggunaan transportasi publik dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta masih bisa ditingkatkan dari komposisi saat ini pengguna angkutan umum 40 persen dan kendaraan pribadi 60 persen.

"Jumlah penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta setiap hari rata-rata 200.000 orang dan pekerja sekitar 50.000 orang. Dari jumlah itu, yang memanfaatkan transportasi publik baru 40 persen dan sisanya 60 persen masih menggunakan kendaraan pribadi," ungkap Awaluddin dalam keterangannya, Jumat (30/8/2019).

Dia menambahkan, Angkasa Pura II sebagai penyedia layanan di bandara ingin terus meningkatkan kerja sama dengan para operator transportasi publik agar semakin banyak yang memanfaatkan angkutan massal untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta atau sebaliknya.

Adapun saat ini jumlah transportasi publik terdapat tujuh operator taksi reguler yang mengoperasikan sekitar 5.000 unit dan dua operator taksi eksekutif dengan 860 unit armada. Sementara itu untuk angkutan bus terdapat tujuh perusahaan otobus dengan total armada 423 unit dan enam perusahaan travel minibus dengan 93 unit armada.

“Apabila ada operator transportasi publik yang ingin membuka layanan baru di Bandara Soekarno-Hatta, kami akan sangat menerima, seperti misalnya Transjakarta yang dalam waktu dekat akan membuka layanan dari Pantai Indah Kapuk ke Soekarno-Hatta,” ujar Muhammad Awaluddin.

Dia menambahkan, Angkasa Pura II juga mendukung pengembangan transportasi publik tersebut ke arah penggunaan kendaraan bermotor listrik (electric vehicle) guna mewujudkan konsep eco airport.



Sumber: BeritaSatu.com