Prasetio dan IMI Sambangi Anies Bahas Formula E

Prasetio dan IMI Sambangi Anies Bahas Formula E
Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi seusai rapat paripurna di gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / JAS Selasa, 3 September 2019 | 13:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi bersama Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Sadikin Aksa menyambangi ruang kerja Gubernur DKI, Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Selasa (3/9/2019).

Usai rapat, Prasetio mengatakan pertemuannya dengan Anies Baswedan untuk menindaklanjuti rencana perhelatan olahraga internasional, Formula E pada Juni 2020. Tak lupa ia membawa para pengurus IMI yang menjadi bendera naungan para tokoh balap di Indonesia.

“Kebetulan di sini ada teman-teman tokoh balap Indonesia yang tergabung dalam IMI. Mereka memberikan masukan kepada Pak Gubernur. Setelah diterima, Pak Gubernur mau tindaklanjuti dengan tim yang lebih kecil untuk Indonesia,” kata Prasetio di Balai Kota DKI, Jakarta, hari ini.

Dari presentasi yang diberikan oleh Anies Baswedan, Prasetio Edi Marsudi melihat pembayaran uang muka yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mendapatkan lima event balap mobil listrik ini.

                                          Ilustrasi balap Formula E. 

“Kebetulan saya dengan Ketua IMI ini menjelaskan, diskusi tentang hal ini, mau secepatnya ditindaklanjuti. Saya sebagai jembatannya. Saya sebagai komunitas olahraga mempertemukan antara IMI dengan Pak Gubernur,” ujar Prasetio Edi Marsudi.

Sementara itu, Ketua IMI Pusat, Sadikin Aksa mengatakan pihaknya memberikan masukan penyelenggaraan Formula E ini tidak hanya dilihat dari sisi dunia olahraga saja. Namun juga dapat dilihat dari dampak ekonomi yang dihasilkan.

Karena event ini akan dilihat penonton dari 120 negara secara langsung. Paling tidak, mereka akan melihat bagaimana Kota Jakarta.

“Misalnya, kalau sirkuitnya di dekat Monas, jadi seluruh dunia akan tahu ada Monas di Jakarta. Kita harus lihat dari pariwisatanya. Dan juga bagaimana mengundang turis-turis ke Jakarta untuk menonton balapan. Itu yang tadi kami berikan masukan. Karena untuk penyelenggaraan event-nya kami yakin sudah normal, karena ini seri dunia,” terang Sadikin Aksa.

Mengenai usulan rute, Sadikin Aksa mengatakan itu datang dari Federasi Otomotif Internasional (FIA) yang menjadi pihak penyelenggara dunia. FIA akan survei ke Jakarta untuk menentukan lokasi sirkuit yang paling tepat.

“Kalau tidak salah, ada tiga tempat yang mereka akan datangi. Mereka akan membawa desainer sirkuitnya,” tutur Sadikin Aksa.

Menurutnya, Formula E tidak seperti Formula 1. Karena itu, ia membutuhkan sirkuit hanya sekitar dua kilometer saja, sehingga tidak perlu membangun sirkuit permanen. Rata-rata sirkuit Formula E dibangun di dalam kota dan membuatnya tidak terlalu sulit. “Dalam satu bulan harusnya bisa jadi,” tukas Sadikin Aksa.

Dalam pertemuan tersebut, tambahnya, Anies Baswedan menyampaikan secara komersial, persiapan Formula E sudah selesai. Sekarang waktunya bagaimana mewujudkan event tersebut agar bisa terlaksana dengan baik.

“Sama waktu pemerintah Indonesia melaksanakan Asian Games tahun lalu, kita harus buat ini sukses yang sama dengan Asian Games,” tegas Sadikin Aksa.



Sumber: BeritaSatu.com