Mayat Pria Ditemukan di Perairan Pantai Mutiara

Mayat Pria Ditemukan di Perairan Pantai Mutiara
Proses evakuasi sesosok mayat pria di tepian pantai perairan Pantai Mutiara, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara, pada Selasa, 3 September 2019. (Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)
Carlos Roy Fajarta / CAH Selasa, 3 September 2019 | 16:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sesosok jenazah pria dievakuasi oleh anggota polisi perairan Markas Unit Patroli Pantai Mutiara Dit Polairud Polda Metro Jaya dan Basarnas di wilayah perairan Pantai Mutiara, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara pada Selasa (3/9/2019).

Dirpolairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol Edfrie R Maith menyebutkan korban awalnya ditemukan oleh saksi karyawan PT MRI sekitar pukul 07.10 WIB saat sedang bersih-bersih di area tak jauh dari Apartemen Regata.

"Pada saat melaksanakan bersih-bersih saksi melihat ada orang mengapung, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke satpam Perumahan Pantai Mutiara dan kemudian melanjutkan laporan ke markas patroli polisi pantai mutiara," ujar Edfrie.

Ia menyebutkan sekitar pukul 07.15 WIB anggota Kapal BKO beserta piket Markas unit patroli Pantai Mutiara mendatangi TKP. Baru 25 menit setelahnya jenazah korban dievakuasi dari laut dan dibawa ke Markas Unit Pantai Mutiara untuk di proses lebih lanjut.

Dari identitas jenazah tersebut korban diketahui bernama Junaedi (45) warga kelahiran Tegal, Jawa Tengah.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya, AKBP Edi Guritno menyebutkan tidak ada ciri-ciri tanda penganiayaan pada jenazah korban.

"Hanya ada luka pada bagian kepala kemungkinan dia jatuh karena benturan m karena batu (disekitar area pantai) nya licin. Belum bisa disimpulkan bahwa itu sakit," kata Edi.

Ia menyebutkan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap pihak perusahaan tempat korban meninggal bekerja.

"Kami sudah menghubungi perusahaan tempat korban bekerja yakni anak perusahaan PD Pasar Jaya. Dia bekerja sebagai office boy di sana," tutur Edi.

Dikatakannya jenazah korban saat ini sudah dievakuasi ke RSCM dan tengah menunggu proses autopsi. Namum dari kegiatan evakuasi tidak ditemukan tanda-tanda tindakan kriminalitas.



Sumber: Suara Pembaruan