Ratusan Pengungsi Masih Bertahan di Penampungan Sementara

Ratusan Pengungsi Masih Bertahan di Penampungan Sementara
Ratusan pengungsi pencari suaka, masih bertahan di tempat penampungan sementara, di Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (3/9/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati)
Bayu Marhaenjati / FER Selasa, 3 September 2019 | 17:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ratusan pengungsi pencari suaka, masih bertahan di tempat penampungan sementara, di Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (3/9/2019) sore.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, beberapa pengungsi terlihat duduk-duduk sambil berbincang, di pelataran gedung penampungan sementara. Sebagian lagi, terlihat menyibukkan diri dengan bermain bola voli bersama.

Mereka masih berada di tempat penampungan karena sedang menunggu proses pemindahan dari pihak United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Sementara, sebagian lainnya memang bertahan karena menolak bantuan kemanusian berupa uang dari UNHCR. Alasannya, uang yang diberikan tidak cukup untuk menyewa tempat tinggal dan makan selama satu bulan ke depan.

Salah satu pengungsi yang menolak adalah Fayaz Ali (27) asal Afganistan. Menurutnya, bantuan kemanusian berupa uang Rp 1 juta tidak cukup untuk kebutuhan hidup selama satu bulan.

"Saya menolak. Ini semua (menunjuk beberapa pengungsi lainnya) di sini menolak. Kalau cukup, semua menerima. Satu orang Rp 1 juta. Tidak cukup buat sewa rumah dan makan. Ada keluarga dikasih Rp 1,3 juta, apakah cukup? Itu hanya sekali," ujar Fayaz.

Fayaz mengatakan, dirinya dan kerabat menginginkan tempat penampungan baru, sampai mendapatkan negara ketiga yang menerima mereka. "Minta buat tempat baru, sampai proses ke negara lain. Ke Australia, Kanada, Amerika, Selandia Baru," ungkapnya.

Fayaz menuturkan, pada malam hari, mereka terpaksa tinggal dengan kondisi gelap karena aliran listrik sudah tidak ada. Termasuk, tidak ada air bersih.

"Gelap semuanya kalau malam, tidak ada listrik. Tidak ada air. Kalau mandi keluar (toilet umum). Di sini, toilet rusak. Kalau banyak orang itu nanti penuh, air tidak ada buat cuci, buat wc," katanya.

Beruntung, sejumlah pihak masih memberikan bantuan makan dan minum kepada para pengungsi setiap siang serta sore. "Makan ada, sama air satu gelas (air mineral gelas). Makan dapat siang dan sore. Di sini nyamuk banyak, anak-anak menangis digigit nyamuk kalau malam. Banyak masalah keluarga di sini. Ada yang sakit," jelas Fayaz.

Sementara itu, pihak UNHCR masih terus berupaya memindahkan para pengungsi dari tempat penampungan sementara. Beberapa petugas UNHCR, terlihat mendata sejumlah pengungsi di sebuah posko, di seberang tempat penampungan.

Setelah didata, para pengungsi kemudian dibawa ke sejumlah tempat dengan menumpang minibus. Menurut informasi, mereka ada yang dibawa ke daerah Bogor, Serpong, Tebet, Kalideres, dan lainnya. Selanjutnya, para pengungsi menyewa tempat untuk ditinggali.

Beberapa personel Polri dan Satpol PP, terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Situasi terpantau aman dan kondusif.



Sumber: BeritaSatu.com