Prasetio Tak Yakin Usulan Pengadaan Tenaga Ahli Disetujui

Prasetio Tak Yakin Usulan Pengadaan Tenaga Ahli Disetujui
Prasetio Edi Marsudi. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 3 September 2019 | 17:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Prasetio Edi Marsudi, merasa tak yakin usulan DPRD DKI yakni satu anggota dewan mendapatkan satu tenaga ahli, akan disetujui dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2020.

Pasalnya, bila satu anggota dewan mendapatkan satu tenaga ahli, maka DPRD DKI akan mempekerjakan 106 tenaga ahli. Belum lagi mempekerjakan tenaga ahli untuk komisi dan fraksi.

"Kita memang butuh tenaga ahli. Tapi butuh juga kan ada aturannya. Kebutuhan tim ahli satu orang untuk satu anggota dewa itu akan dibahas dalam tata tertib. Kita akan berembuk disitu,” kata Prasetio Edi Marsudi di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Mantan Ketua DPRD DKI ini mengungkapkan, pengadaan tim ahli juga pernah diusulkan pada tahun anggaran 2017. Namun usulan tersebut ditolak. Tetapi tidak akan menjadi masalah bila usulan itu diajukan kembali. Namun, DPRD DKI harus siap bila usulan tersebut ditolak kembali. "Mungkin bisa ditolak lagi. Mungkin. Tetapi paling tidak, kita sudah mengusulkan,” ujar Prasetio Edi Marsudi.

Selama dia menjadi Ketua DPRD DKI periode 2014-2019, ia mempekerjakan dua tenaga ahli. Itu pun dibayar dengan uangnya sendiri. "Ada, saya bayar sendiri. Ada kasih dua sebagai ketua. Tapi itu kan perlu. Ada yang mengerti masalah ekonomi dan hukum. Kalau teman di fraksi kan kita dikasih juga. Jadi dibagi-bagi,” jelas Prasetio Edi Marsudi.

Bila tenaga ahli untuk dirinya selaku Ketua DPRD dibayar oleh uangnya pribadi, maka tenaga ahli untuk Fraksi dibayarkan melalui APBD DKI.

"Tim ahli kan dari fraksi kan dapat jatah. Sestiap fraksi dapat jatah dari APBD. Karena perkembangan kota, juga banyak masalah. Jakarta ke depan mau gimana kan ada masukkan juga,” papar Prasetio Edi Marsudi.

Namun, kalau anggota dewan ingin mempekerjakan tenaga ahli, Prasetio Edi Marsudi menyarankan bisa menggunakan anggaran pribadi, bukan anggaran daerah. "Kalau teman-teman mau, silakan (bayar) ini sendiri,” tutur Prasetio Edi Marsudi.



Sumber: BeritaSatu.com