Hingga Agustus, Penerimaan PBB Jakut 56% dari Target

Hingga Agustus, Penerimaan PBB Jakut 56% dari Target
Ilustrasi Pajak Bumi dan Bangunan. ( Foto: ist )
Carlos Roy Fajarta / WBP Rabu, 4 September 2019 | 14:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Realisasi penerimaan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kabupaten Kepulauan Seribu hingga 31 Agustus 2019 mencapai Rp 1,268 triliun atau 56,35 persen dari target sepanjang tahun ini sebesar Rp 2,251 triliun.

"Sesuai yang diproyeksikan seharusnya hingga 31 Agustus mencapai Rp 1,501 triliun, atau 66,6 persen dari target," ujar Kepala Bidang Peraturan BPRD Badan DKI Jakarta, Joko Pujiyanto saat menghadiri pekan panutan pembayaran PBB-P2 di Balai Yos Sudarso Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (4/9/2019).

Joko Pujiyanto menyebutkan APBD Provinsi DKI Jakarta 2019 telah ditetapkan melalui Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2018 sebesar Rp 89,08 triliun.

"Target dari 13 jenis pajak yakni Rp 44,180 triliun atau 69,08 persen dari seluruh pendapatan pajak daerah yang mencapai Rp 74,776 triliun. Target pajak ini naik sebesar Rp 6,055 triliun atau 15,88 persen dari tahun sebelumnya," ungkap Joko Pujiyanto.

Disebutkan Joko, secara total, target penerimaan PBB-P2 DKI Jakarta pada tahun ini sebesar Rp 9,65 triliun.

Sementara Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko mengatakan pihaknya petugas pajak meningkatkan pelayanan pajak dengan mengedepankan sosialisasi serta sistem jemput bola di akhir pekan.

"Pekan panutan pajak ini semoga bisa mendorong percepatan penerimaan pajak di Jakarta Utara dengan memberikan motivasi bagi elemen yang ada baik perorangan maupun badan usaha untuk memenuhi kewajiban pajaknya sebelum jatuh tempo," kata Sigit Wijatmoko.

Kepala Pelayanan Unit PKB & BBNKB Samsat Jakarta Utara, Robert Lumban Tobing menyebutkan untuk meningkatkan pelayanan pembayaran pajak, pihaknya rutin mengadakan bus Samsat Keliling di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Utara. "Kami secara rutin akan mengembangkan pelayanan samsat keliling," kata Robert Lumban Tobing.



Sumber: Suara Pembaruan