Bantuan Makanan Bagi Pengungsi Pencari Suaka Dihentikan

Bantuan Makanan Bagi Pengungsi Pencari Suaka Dihentikan
Pencari suaka berkomunikasi dengan UNHCR, di pelataran gedung penampungan sementara, Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 5 September 2019 | 16:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, telah menghentikan pemberian bantuan fasilitas berupa tempat penampungan sementara, air dan aliran listrik, bagi pengungsi pencari suaka, sejak tanggal 31 Agustus 2019 kemarin. Selain itu, pihak United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), juga menghentikan bantuan makanan dan minuman, mulai hari ini.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Kemkopulhukam Chairul Anwar mengatakan, pemerintah dan UNHCR masih melakukan langkah persuasif untuk memindahkan pengungsi dari tempat penampungan sementara, hingga tiga hari ke depan. Namun, bantuan makan dan minum sudah dihentikan.

"Masih di sini (tiga hari ke depan). Bantuan semua dihentikan. Jadi fasilitas juga Pemprov DKI telah menghentikan bantuan, kemudian UNHCR terakhir semalam memberikan bantuan makanan," ujar Chairul, di tempat penampungan sementara pengungsi pencari suaka, di Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (5/9/2019).

Dikatakan Chairul, pemerintah akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan ke depan.

"Ya kita akan lakukan evaluasi terus. Hari ini kita lakukan pendataan, karena setiap hari jumlahnya selalu bertambah, jadi sulit kita mendata secara riil. Kemarin 200, sekarang meningkat jadi 500. Ini jadi penting sekali data riil, sehingga ketika kita mengambil keputusan, kita berdasarkan data yang riil," ungkapnya.

Chairul menyampaikan, untuk sementara para pengungsi masih diperbolehkan berada di tempat penampungan Kalideres.

"Sementara mereka masih dipersilakan untuk menempati tempat ini. Mungkin nanti ada keputusan-keputusan dari pemerintah lebih lanjut. Belum ada, menunggu nanti rapat di tingkat pusat. Belum tentu (diberikan tempat lagi). Nanti kita lihat akan ada pembahasan di tingkat pusat. Tentunya berkoordinasi dengan Pemprov DKI," katanya.

Menurut Chairul, banyak faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah penanganan pengungsi.

"Karena ini yang kita tangani kurang lebih 1.000 orang, masih ada 400 orang yang harus kita juga antisipasi. Tentunya kita harus cerdas dalam melakukan langkah-langkah penanganan ini," tandasnya.

Diketahui, sekitar 500 pengungsi pencari suaka masih berada di penampungan sementara, Jalan Bedugul, Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, hingga hari ini.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, ratusan pengungsi itu dikumpulkan di pelataran gedung penampungan sementara. Petugas dari UNHCR dan Imigrasi, kemudian melakukan pendataan kembali berapa jumlah pengungsi yang masih berada di sana.

Proses pendataan berlangsung kondusif. Sejumlah anggota Polri dan Satpol PP, terlihat melakukan pengamanan, di lokasi.



Sumber: BeritaSatu.com