DKI Akan Awasi Keberadaan Pencari Suaka

DKI Akan Awasi Keberadaan Pencari Suaka
Ratusan pencari suaka, masih bertahan di tempat penampungan sementara, Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (5/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 5 September 2019 | 17:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI, Taufan Bakri mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan melakukan pengawasan dan pemantauan para pengungsi pencari suaka yang telah menerima dana bantuan untuk menyewa tempat tinggal di tengah-tengah warga Jakarta.

"Bagi kita sudah ada peraturan untuk pengawasan pengungsi. Ada panitia pengawas orang asing pastinya. Lagi pula kita punya Kepala Badan Kesbangpol wilayah untuk melakukan pemantauan," Kata Taufan Bakri kepada Beritasatu.com, Kamis (5/9/2019).

Pemantauan dan pengawasan kepada para pengungsi dan pencari suaka ini dilakukan melalui camat, lurah serta RT dan RW. Apalagi, di wilayah sudah memiliki Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang akan melakukan pengawasan bersama-sama dengan masyarakat.

"Kita sudah pesankan kepada mereka untuk memberikan informasi bila terjadi sesuatu,” ujar Taufan Bakri.

Taufan menegaskan, para pengungsi pencari suaka yang telah menerima dana bantuan harus berkomunikasi mengenai tempat tinggal mereka yang baru. Data tempat tinggal mereka, selain dapat memantau keberadaan mereka, juga memudahkan memberikan informasi mengenai pemindahan ke negara ketiga.

"Iya kan sudah mendata mereka mau kemana. Mereka juga kan harus komunikasi keberadaan mereka dimana,” terang Taufan Bakri.

Taufan menepis adanya pandangan yang mengkhawatirkan berbaurnya pengungsi pencari suaka akan menimbulkan masalah sosial baru, seperti gesekan sosial dengan warga sekitar, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) hingga praktik prostitusi.

"Enggak lah. Masa ada seseorang yang mau merendahkan dirinya seperti itu. Enggak selalu seperti itu. Masa gara-gara duit orang mau terjun kayak gitu. Kita memang enggak mungkin mengawasi secara personal, tetapi secara garis besar aktivitas mereka bagaimana, kita tahu,” tegas Taufan Bakri.



Sumber: BeritaSatu.com