UNHCR: 600 Pengungsi Telah Keluar dari Tempat Penampungan Kalideres

UNHCR: 600 Pengungsi Telah Keluar dari Tempat Penampungan Kalideres
Pencari suaka berkomunikasi dengan UNHCR, di pelataran gedung penampungan sementara, Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 5 September 2019 | 20:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), menyebutkan lebih dari 600 pengungsi pencari suaka telah keluar dari tempat penampungan sementara, di Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat.

"Sudah lebih dari 600 orang pengungsi yang meningalkan (tempat penampungan) Kalideres. Kita membantu mereka dengan bantuan (uang tunai), kita memberikan transportasi, dan kita sarankan mereka kembali ke komunitasnya seperti di Bogor dan Depok, dimana mereka tinggal sebelumnya. Karena pemerintah juga sudah dengan jelas menyatakan kalau Kalideres adalah tempat yang sementara dan tidak akan buka terus," ujar Kepala Perwakilan UNHCR Indonesia Thomas Vargas, di Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (5/9/2019).

Dikatakan Thomas, bantuan sudah dihentikan, dan pihaknya mengimbau agar pengungsi menerima bantuan yang ditawarkan sehingga bisa kembali ke komunitasnya, seperti di Bogor dan Depok.

"Dan, UNHCR akan terus melanjutkan proses reguler supaya kita bisa melihat pengungsi mana yang membutuhkan bantuan mendesak dan membantu sebisa mungkin, dan juga melihat kemungkinan proyek-proyek kemandirian yang bisa diberikan kepada mereka," ungkapnya.

Thomas menyampaikan, dalam dua hari ke depan, pengungsi masih akan berada di tempat penampungan Kalideres. UNHCR akan terus melakukan konseling dan memberikan bantuan yang dimiliki supaya pengungsi bisa meninggalkan lokasi.

"Kami memberikan semua pengungsi yang pergi bantuan supaya mereka bisa memutuskan sendiri bagaimana cara terbaik bertransisi kembali ke masyarakat. Karena pengungsi sendiri tahu bagaimana cara terbaik untuk merawat diri mereka sendiri. Kita akan terus memberikan proses reguler untuk menemukan pengungsi yang memerlukan kebutuhan mendesak," katanya.

Menurut Thomas, UNHCR akan mengupayakan yang terbaik untuk membantu pengungsi, dan pada saat bersamaan akan mencari proyek-proyek kemandirian sehingga memungkinkan membuat para pengungsi bisa mengurus diri mereka sendiri.

"Karena pada akhirnya, hanya itu satu-satunya cara mereka bisa melanjutkan melalui periode ini, sampai kita bisa menemukan solusi jangka panjang yang terbaik. Bantuan langsung, bantuan cash (uang tunai), itu tidak berkelanjutan. Jadi kita harus cari cara-cara bagaimana pengungsi bisa terbantu dan memberikan kontribusi sumbangan keahlian mereka kepada masyarakat karena mereka memiliki kemampuannya dan mereka ingin melakukannya," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com