Taksi Online Tetap Kena Ganjil Genap

Taksi Online Tetap Kena Ganjil Genap
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di jalan Protokol di Jakarta, Jumat (9/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Lenny Tristia Tambun / YUD Jumat, 6 September 2019 | 19:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem plat mobil ganjil dan genap (gage) mulai diterapkan pada Senin (9/9/2019). Taksi online atau berbasis aplikasi tetap akan dikenakan kebijakan ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo menegaskan angkutan berbasis aplikasi atau taksi online tidak dapat dikecualikan dari kebijakan perluasan ganjil genap. Karena Pemprov DKI tidak mau melanggar aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus.

Selain itu, sudah ada putusan dari Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan tidak mengizinkan dilakukan penandaan bagi taksi barbasis aplikasi.

“Perlu dipahami bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak bisa melakukan pengaturan atau memberikan pengecualian dalam konteks penandaan terhadap angkutan online. Karena norma yang diatasnya apakah itu dalam undang-undang, peraturan pemerintah maupun Permenhub tidak membolekan ada penandaan,” kata Syafrin Liputo di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Sehingga, lanjut Syafrin Liputo, dalam revisi Peraturan Gubernur (pergub) tentang Perluasan Pembatasan Lalu Lintas Melalui Ganjil Genap, pengecualian angkutan online dari kebijakan perluasan gage tidak bisa dilaksanakan.

“Oleh sebab itu, untuk penandaan kita berikan ruangnya kepada kepolisian. Dalam hal ini Korlantas Polri. Jadi kita berikan kepada Pak Korlantas, apakah memberikan penugasan kepada kepolisian untuk registrasi dan identifikasi tanda nomor kendaraan bermotor untuk angkutan online ini,” terang Syafrin Liputo.



Sumber: BeritaSatu.com