Hari Pertama Perluasan Ganjil Genap

200 Mobil Terjaring di Gunung Sahari

200 Mobil Terjaring di Gunung Sahari
Polisi lalu lintas melakukan penindakan (tilang) kendaraan yang melintasi kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin 9 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Carlos Roy Fajarta / RSAT Senin, 9 September 2019 | 10:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hari pertama penerapan perluasan Ganjil Genap sebanyak 200 kendaraan mobil pribadi terjaring sejak pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WIB di Jalan Gunung Sahari Raya, tepatnya depan WTC Mangga Dua Square, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, Senin (9/9/2019).

“Dari pukul 6 pagi hingga 9 sudah ada 200 pelanggar yang kita tindak," ujar Kasatlantas Satuan Wilayah Jakarta Utara, AKBP Agung Pitoyo.

Pengamatan Beritasatu.com di lokasi tampak puluhan kendaraan mobil pribadi maupun sejumlah mobil boks atau truk niaga yang berplat genap diberhentikan oleh polisi di dua titik yakni di lampu merah Bintang Mas dan WTC Mangga Dua karena bernomor polisi genap.

Agung menyebutkan pihaknya sengaja membagi lokasi titik penindakan agar tidak terjadi kepadatan atau kemacetan. Operasi perluasan Ganjil Genap dikatakannya akan dilakukan pada dua sesi yakni pukul 06.00 – 10.00 pagi dan 16.00 - 21.00 WIB.

"Kalau kita berkumpul di satu obyek maka akan terjadi kepadatan dan kemacetan luar biasa untuk itu kita bagi menjadi dua titik penindakan," ujar Agung kepada Beritasatu.com di lokasi Jalan Gunung Sahari depan lampu merah WTC Mangga Dua.

Dikatakan bagi masyarakat yang melanggar aturan Ganjil Genap dikenai Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yakni 'Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu”.

Dikatakannya, pelanggar Ganjil Genap akan diberikan surat tilang warna biru dan para pelanggar memiliki dua pilihan yakni mengambil tilang dengan mengikuti proses sidang di Kantor Kejaksaan Jakarta Utara di Jalan Enggano atau langsung membayar di ATM BRI.

Sementara itu Kasudin Perhubungan Jakarta Utara, Benhard Hutajulu menyebutkan target dari perluasan Ganjil Genap yakni  jumlah pelanggar semakin berkurang,  dan  para pengendara mobil pribadi bisa beralih ke angkutan umum sehingga mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas.

"Hari ini kami juga memberikan puluhan bunga mawar kepada masyarakat yang menggunakan kendaraan angkutan umum sebagai bentuk dorongan agar masyarakat Jakarta mau meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum," kata Benhard.

Disebutkannya, pengecualian kepada kendaraan pribadi hanya berlaku bagi mobil plat hitam yang memiliki stiker khusus disabilitas. Di mana anggota kepolisian akan melakukan pemeriksaan apakah benar ada pengemudi maupun penumpang yang benar-benar disabilitas di dalam mobil tersebut.