Hari Pertama Perluasan Ganjil Genap, 1.904 Pelanggar Ditilang

Hari Pertama Perluasan Ganjil Genap, 1.904 Pelanggar Ditilang
Petugas Kepolisian Lalu Lintas, Sudinhub, bersama PKB & BBNKB Samsat di Kota Jakarta Utara melakukan penindakan terhadap pengemudi mobil yang melanggar aturan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari Raya, Kecamatan Pademangan, Senin, 9 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta Barus )
Bayu Marhaenjati / CAH Selasa, 10 September 2019 | 13:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, melakukan penindakan tilang terhadap 1.904 pelanggar, pada hari pertama penerapan kebijakan perluasan wilayah ganjil genap, Senin (9/9/2019) kemarin.

Polisi menilang 941 pelanggar sistem ganjil genap pada pukul 06.00 sampai 10.00 WIB pagi. Sementara, pada sore hari pukul 16.00 sampai 21.00 WIB, berjumlah 963. Total 1.904 pelanggar ditilang.

"Jumlah tilang ganjil genap pada Senin sore sebanyak 963, dengan barang bukti yang disita 655 SIM dan 308 STNK. Pagi hari, 941 ditilang. Barang bukti disita 617 SIM dan STNK 324," ujar Direktrur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf, Selasa (10/9/2019).

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya, memberlakukan kebijakan perluasan ganjil genap, Senin kemarin. Sistem ganjil-genap berlaku pada pukul 06.00-10.00 WIB pagi hari dan pukul 16.00-21.00 WIB sore hingga malam, setiap hari Senin sampai Jumat.

Ruas jalan ganjil genap diperluas menjadi 25 ruas jalan. Awalnya ganjil genap diterapkan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal S Parman (mulai dari Jalan Tomang Raya sampai Simpang Jalan KS Tubun), Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan dan Jalan Jend A Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai simpang Jalan BekasiTimur Raya).

Sekarang perluasan kebijakan ganjil genap juga diterapkan di Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun I sampai simpang Jalan TB Simatupang) dan Jalan Suryopranoto. Kemudian di Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, dan Jalan Gunung Sahari.



Sumber: BeritaSatu.com