DKI Akan Tambah 81 Titik Kamera ETLE di Ruas Jalan Ganjil Genap

DKI Akan Tambah 81 Titik Kamera ETLE di Ruas Jalan Ganjil Genap
Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan memasang 10 kamera baru dekat rambu tilang elektronik. Fitur tersebut dapat mendeteksi pemakaian sabuk pengaman, penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap dan batas kecepatan pengemudi. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Lenny Tristia Tambun / JAS Selasa, 10 September 2019 | 16:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menambah jumlah kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di DKI Jakarta. Rencananya akan ada penambahan 81 titik ETLE di sembilan ruas yang diberlakukan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem nomor pelat mobil ganjil genap.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan tahun ini, sudah ada 12 kamera ETLE yang dipasang di 10 titik di kawasan yang ada di Jakarta. Karena keberadaan ETLE cukup efektif membantu penurunan pelanggaran lalu lintas, Pemprov DKI akan menambahkan pemasangan kamera ETLE di sembilan ruas penerapan ganjil genap.

“Kita akan pasang di ruas ganjil genap eksisting yang kemarin. Belum termasuk yang tambahan 16 ruas jalan ini. Kita sudah anggarkan untuk tambahan di sekitar 81 titik. Saya sudah koordinasi dengan Pak Dirlantas (Polda Metro Jaya),” kata Syafrin Liputo saat dihubungi wartawan, Selasa (10/9/2019).

Untuk 16 ruas jalan yang terkena kebijakan perluasan ganjil genap, Dishub DKI sudah meminta Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menghitung kembali kebutuhan kamera ETLE tambahan yang akan dianggarkan dalam APBD DKI 2020.

“Tahun depan, kami akan dorong untuk realisasi tambahannya. Namun saya masih menunggu usulan dari Dirlantas Polda Metro Jaya untuk kami akomodasikan dalam APBD DKI 2020,” ujar Syafrin Liputo.

Untuk tahun ini, berdasarkan website apbd.jakarta.go.id, Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran dana hibah kepada Ditlantas Polda Metro Jaya sebesar Rp 38,5 miliar. Salah satunya untuk pengadaan puluhan kamera ETLE di 81 titik.

Ia mengharapkan pemasangan kamera ETLE di 81 titik tambahan ini, sudah dapat rampung pada akhir tahun 2019.

Terkait dengan adanya kerja sama antara Ditlantas Polda Metro Jaya dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk pemasangan kamera ETLE di jalur jalan bus khusus (busway) Transjakarta, Syafrin Liputo menyatakan dukungannya.

“Jadi begitu ada yang melanggar di jalur busway kan langsung terekam kamera. Kelihatan, langsung dikirim. Langsung kena tilang yang bersangkutan. Jadi enggak ada namanya ruang untuk membatalkan proses. Karena semuanya sudah terekam secara elektronik. Jejak digitalnya jelas,” terang Syafrin Liputo.

Ia sendiri mengaku belum tahu secara detail bentuk kerja sama terkait ETLE antara kedua instansi tersebut. Namun yang pasti, ia akan berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk penempatan kamera ETLE di 81 titik tambahan bisa di beberapa halte bus Transjakarta.

“Nanti kita akan komunikasikan dengan Polda Metro Jaya. Tergantung hasil studi Polda. Namun yang pasti, kita akan tambah. Sudah ada anggaran hibahnya dari Pemprov DKI, sudah ada 81 titik,” tegas Syafrin Liputo.



Sumber: Suara Pembaruan