Hari Pertama Ganjil Genap, Anies Klaim 1 Juta Warga Naik Transportasi Publik

Hari Pertama Ganjil Genap, Anies Klaim 1 Juta Warga Naik Transportasi Publik
Petugas kepolisian mengatur lalulintas saat hari pertama penindakan sistem ganjil-genap di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (9/9/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta )
Lenny Tristia Tambun / JAS Selasa, 10 September 2019 | 16:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim pelaksanaan hari pertama kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem nomor pelat mobil ganjil genap berjalan dengan baik dan diterima oleh warga.

Hal itu terbukti, pada hari pertama penerapan perluasan ganjil genap, jumlah warga yang menggunakan transportasi publik, baik itu Transjakarta maupun Moda Raya Terpadu (MRT) dan moda transportasi publik lainnya sudah mencapai 1 juta orang.

Angka itu didapat, di antaranya dari jumlah penumpang Transjakarta yang mencapai 892.000 orang pada hari pertama perluasan ganjil genap, Senin (9/9/2019). Ditambah dengan penumpang MRT Jakarta pada hari yang sama yang mencapai di atas 80.000 orang.

“Menunjukkan banyak masyarakat yang makin menggunakan kendaraan umum. Apalagi kalau ditambah dengan pengguna MRT dan angkutan lain. Berarti dalam satu hari sudah hampir 1 juta warga Jakarta yang menggunakan kendaraan umum,” ungkap Anies Baswedan seusai menghadiri Perayaan HUT ke-74 TNI AL di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/0/2019).

Pencapaian 1 juta penumpang transportasi pulbik menjadi indikator yang paling riil untuk mengukur efektivitas sebuah kebijakan. Karena tujuan penerapan kebijakan perluasan ganjil genap adalah mendorong semakin banyak warga menggunakan transportasi publik.

Dengan kian banyaknya warga menggunakan transportasi publik, maka semakin berkurangnya volume kendaraan bermotor di Jakarta. Kondisi ini membawa dampak positif bagi penurunan polusi udara yang diakibatkan emisi kendaraan bermotor pribadi.

“Kita harus secara terus menerus meningkatkan jumlah penumpang kendaraan umum. Mengurangi jumlah kendaraan pribadi. Kalau itu dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang, maka kualitas lingkungan hidup di Jakarta lebih baik dan kemacetan berkurang,” terang Anies Baswedan.

Karena itu, Anies Baswedan mengucapkan terima kasih kepada 1 juta warga Jakarta yang telah beralih menggunakan transportasi publik. Dengan berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, telah membantu perbaikian kualitas udara di Jakarta.



Sumber: BeritaSatu.com