PT MRT dan PT KCIC Kerja Sama Pengembangan SDM dan TOD

PT MRT dan PT KCIC Kerja Sama Pengembangan SDM dan TOD
Penandatanganan MoU Pengembangan SDM dan TOD yang dilakukan langsung Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar (ketiga kanan) dan Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra (Ketiga kiri) di kantor MRT Jakarta, Wisma Nusantara, Jakarta, Selasa (10/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / JAS Selasa, 10 September 2019 | 20:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding-MoU) terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam bentuk program knowledge sharing (berbagi ilmu pengetahuan) dan pengembangan usaha Transit Oriented Development (TOD).

Penandatanganan dilakukan langsung Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar dan Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra di kantor MRT Jakarta, Wisma Nusantara, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Turut menyaksikan penandatanganan Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim, Direktur Keuangan dan Manajemen Korporasi PT MRT Jakarta, Tuhiyat, dan Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Ghamal Peris, serta jajaran direksi PT KCIC.

William Sabandar mengatakan ruang lingkup nota kesepahaman adalah berbagi pengetahuan terkait persiapan operasional dan pemeliharaan kereta. Lalu, penyelenggaraan pengembangan sumber daya manusia dalam bentuk program knowledge sharing. Serta, berbagi pengetahuan terkait inovasi serta gagasan pengembangan usaha Kawasan Berorientasi Transit dan bisnis nonkereta lainnya.

“MRT Jakarta adalah pionir kereta bawah tanah dan KCIC adalah pionir kereta cepat di Indonesia. Kami sama-sama mendukung program pemerintah Indonesia dalam mendorong penggunaan transportasi publik berbasis rel,” kata William Sabandar dalam acara tersebut.

Namun, dikarenakan MRT Jakarta telah beroperasi terlebih dahulu, maka banyak pengalaman PT MRT Jakarta yang dapat dibagikan ke PT KCIC. Mulai dari membangun sistem, persiapan operasi hingga komersialisasi. “Kami siap untuk berbagi pengetahuan,” ujar William Sabandar.

MRT terbukti mampu menjawab ekspektasi publik setelah beroperasi secara komersial sejak Maret 2018 baik dari kualitas pelayanan operasi maupun dampak yang dihadirkan kepada masyarakat.

“Kami (MRT) punya pengalaman building system, masuk ke persiapan operasi dan sekarang masuk ke dalam aspek komersialisasi,” terang William Sabandar.

Sementara itu, Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra mengatakan KCIC dan MRT sama-sama merupakan pionir perkeretaapian modern di Indonesia. “Sehingga ini merupakan kesempatan besar baik bagi KCIC maupun MRT untuk saling belajar mengenai sistem satu sama lain,” kata Chandra Dwiputra.

Selain kereta, pengembangan TOD di sepanjang jalur pun masuk dalam rencana pengembangan bisnis ke depan. Di sisi lain, KCIC pun memiliki komitmen untuk menghadirkan kereta cepat Jakarta-Bandung, sebagai kereta cepat pertama di ASEAN. Dengan kualitas pelayanan prima dan turut menghidupkan kawasan baru di sekitar jalur yang nantinya akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kedua kota megapolitan tersebut.

Dengan didukung dengan pengalaman PT MRT dalam persiapan pengoperasian moda transportasi massal di Jakarta serta pengembangan bisnis TOD, PT KCIC memiliki keyakinan kerja sama ini akan menjadi sinergi yang kuat. Sehingga mampu memberikan kemudahan bagi pengguna sarana transportasi terintegrasi di Jakarta dan Bandung di masa depan.

“Kerja sama ini juga merupakan bentuk komitmen kedua perusahaan untuk bersinergi dalam mewujudkan perkembangan transportasi massal perkeretaapian Tanah Air yang lebih matang dan lebih maju di masa mendatang,” ungka Chandra Dwiputra.

 



Sumber: BeritaSatu.com