Pemkot Jakut Antisipasi Kemacetan Akibat Pembangunan ITF & JIS

Pemkot Jakut Antisipasi Kemacetan Akibat Pembangunan ITF & JIS
Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko (depan) memberikan pernyataan perihal koordinasi terkait persoalan kemacetan lalu lintas terkait pembangunan ITF Sunter dan Jakarta International Stadium saat kegiatan Coffe Morning di Pelabuhan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara pada Rabu (11/9/2019) pagi. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos KY Paath / JAS Rabu, 11 September 2019 | 14:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terus menyiapkan antisipasi dan manajemen lalu lintas dengan berbagai pemangku kepentingan terkait rencana pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) dan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter pada awal 2020.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko saat bertemu dengan stakeholder terkait di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dalam kegiatan Coffee Morning di Museum Maritim Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Rabu (11/9/2019).

"Kita sedang menyiapkan manajemen lalu lintas sebagai sebuah ekosistem dan ini sedang kita petakan secara komprehensif untuk bisa mengatasi persoalan kemacetan, bongkar-muat kapal dan lain-lain. Ini tantangan tersendiri. Oleh karena itu kita menjalin komunikasi intensif," ujar Sigit kepada Beritasatu.com.

Ia menyebutkan pihaknya masih melakukan komunikasi dua arah khususnya dengan sektor kepolisian, transportasi, maupun pihak Pelabuhan Tanjung Priok untuk mendapatkan solusi terbaik mengatasi persoalan kemacetan.

"Jakarta Utara ini wilayah DKI Jakarta yang paling lengkap. Pusat pembangunan kota jangan ke arah Selatan dan Pusat, harus di Jakarta Utara sesuai arahan Gubernur. Manajemen transportasi barang ini sangat penting karena sebelumnya saya tidak berani utak-atik karena itu ranah door to door service. Namun ini harus dibicarakan dan mencari solusi bersama-sama," tuturnya.

Sementara itu, General Manager Pelabuhan Tanjung Priuk, Suparjo menyebutkan mengenai permasalahan berbagai hal di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok sengaja dikomunikasikan dalam event Coffee Morning yang dilaksanakan selama tiga bulan sekali tersebut.

"Kemacetan paling padat di kawasan sekitar Pelabuhan Tanjung Priok itu terjadi pada Kamis malam dan malam Jumat menuju ke Terminal Petikemas dan nonpetikemas tapi kita sudah siapkan buffer 2,5 hektare di sekitar Ancol. Untuk itu kita perlu komunikasi dengan seluruh stakeholder terkait," kata Suparjo. 



Sumber: BeritaSatu.com