Dinas Bina Marga DKI Siap Hadapi Somasi Apjatel

Dinas Bina Marga DKI Siap Hadapi Somasi Apjatel
Kondisi trotoar di depan Kantor Pos Cikini di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/8)/2019). ( Foto: Antara / Yogi Rachman )
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 11 September 2019 | 15:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Bina Marga DKI menyatakan siap menghadapi somasi Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) terkait pemotongan kabel optik udara di wilayah Cikini, Jakarta Pusat (Jakpus).

Baca Juga: Penataan Trotoar Mengacu Hong Kong dan New York

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugraha, mengatakan siap menjawab somasi dari Apjatel. Sebab, pemotongan kabel optik udara sudah berdasarkan aturan yang berlaku. Yaitu Undang-undang (UU) Nomor 6 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 195 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penempatan Jaringan Utilitas.

"Berdasarkan ketiga aturan itu, kalau kita bicara kabel udara, sudah tidak boleh. Makanya kita melakukan pemotongan kabel dalam rangka penertiban juga," kata Hari Nugraha di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Baca Juga: Fraksi Nasdem Dukung Konsep Trotoar Multifungsi

Hari mengatakan, sebelum dilakukan pemotongan kabel optik udara di sepanjang Jalan Cikini Raya, pihaknya sudah mengundang pihak Apjatel dalam setiap rapat koordinasi yang dilakukan. Hasilnya, Apjatel setuju kabel optik udara dipotong. Namun, pelaksanaannya selalu diundur oleh Apjatel sehingga pelaksanaan revitalisasi trotoar di Jalan Cikin Raya juga menjadi mundur.

"Dia (Apjatel) sudah sepakat, hanya minta mundur-mundur waktu. Masalah relokasi kabel dari atas ke bawah, sudah kita omongin. Kalau Cikini itu target paling akhir Agustus. Januari, kita sudah bikin surat. Kemudian Maret, kita undang rapat. Bahkan, kita tinjau bareng-bareng lokasi kabel yang akan dipotong, lalu akan diletakkan di mainhole di bawah trotoar. Itu sudah kita sepakati bareng-bareng," terang Hari Nugraha.

Baca Juga: Pemprov DKI Buat Peta Jalan Penataan PKL di Trotoar

Ketika tenggat waktu yang telah ditentukan, Apjatel tak kunjung memotong kabel udaranya, maka mau tak mau, pihaknya memotong kabel udara tersebut. Karena perbaikan trotoar Cikini ditargetkan harus segera dimulai di bulan Agustus. "Targetnya kan Agustus. Kalau kita nunggu Desember seperti yang dia bilang, terus saya kerjanya kapan?" ujar Hari Nugraha.

Justru, pihaknya mempertanyakan pernyataan Apjatel, bahwa pemberitahuan harus dilakukan satu tahun sebelumnya. Hari Nugraha mengungkapkan, aturan itu berlaku bagi pemasangan kabel udara yang sudah ada izinnya. Manurutnya, kabel udara yang di jalan Cikini tidak ada izinnya.

Baca Juga: DKI Sebut PKL di Trotoar Buat Pejalan Kaki Nyaman

"Itu kalau ada izin. Dia enggak ada izin. Emang dia itu punya izin. Enggak ada. Jadi yang boleh kabel udara itu hanya flyover, jalan layang, underpass, overpass. Untuk jalan biasa mah engak ada, enggak boleh," terang Hari Nugraha.

Karena itu, Hari Nugraha tidak khawatir menghadapi somasi Apjatel. Ia sudah mengikuti aturan dan prosedur yang ada. Bahkan, ia siap mensomasi balik Apjatel. "Enggak masalah, saya hadapi. Malah nanti saya somasi balik," tegas Hari Nugraha.



Sumber: BeritaSatu.com