Anies Kenang Pertemuan Pertamanya dengan BJ Habibie

Anies Kenang Pertemuan Pertamanya dengan BJ Habibie
Mobil jenazah yang mengantar almarhum BJ Habibie drai RSPAD Gatot Soebroto ke rumah duka di Kuningan, Jakarta, 11 September 2019. ( Foto: Beritasatu / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 11 September 2019 | 21:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI, Anies Baswedan melayat jenazah Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019) malam. Anies Baswedan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Habibie di usia 83 tahun.

Anies mengatakan, jasa BJ Habibie yang sangat besar dalam perkembangan kebebasan pers Indonesia dalam masa kepemimpinannya melalui Undang-undang (UU) Nomor 44 tahun 1999 tentang Pers.

"Media massa, jurnalistik berutang budi pada pak Habibie. Beliau yang membuka dan membuat kita semua merasakan adanya kebebasan jurnalistik seperti yang kita rasakan hari ini. Bukan saja bapak demokrasi, tetapi juga beliau orang yang paling berjasa dalam membuat dunia pers menjadi bebas seperti sekarang ini. Jadi kita berutang budi,” kata Anies Baswedan.

Anies pun mengenang pertemuan pertama dengan almarhum BJ Habibie ketika duduk di kelas 3 SMA. Saat itu, Anies berangkat dari Yogyakarta menuju Jakarta untuk mewawancarai BJ Habibie yang menjabat sebagai Menristek di kantornya. Momen tersebut merupakan pengalaman yang tak terlupakan dan silaturahmi terus bersambung bahkan sampai Anies mengabdi saat ini di Balai Kota.

"Pengalaman kita, semua jutaan rumah tangga di Indonesia, selama bertahun-tahun orang tua mengingatkan anak-anaknya. 'Nak, belajar yang rajin, biar bisa seperti Pak Habibie'. Beliau menjadi inspirasi bagi jutaan rumah tangga, jutaan anak-anak Indonesia,” ujar Anies Baswedan.

Anies juga menyebut BJ Habibie telah memberikan contoh baik dari seseorang yang sudah bekerja di Jerman dengan posisi amat baik lalu memilih untuk pulang ke Tanah Air. Bahkan, kembalinya BJ Habibie ke Indonesia di awal 70-an justru pada saat Indonesia baru merangkak.

Karena itu, tak heran bila BJ Habibie dijadikan sosok suri teladan bagi masyarakat agar ilmu pengetahuan yang didapat harus bisa diwariskan kembali bagi bangsa kita dan ditinggalkan melalui kebermanfaatan di berbagai sektor.

"Indonesia berduka. Kita semua berduka. Kami berduka. Insya Allah kami percaya pak Habibie dimuliakan di sisi Allah dan amal jariah luar biasa panjang. Betapa banyak anak-anak yang dididik oleh Pak Habibie, ribuan anak-anak yang disekolahkan oleh Pak Habibie untuk pendidikan yang luar biasa tinggi dan peran yang amat berjasa. Kita semua kehilangan," tutur Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com