DKI Gandeng 8 Startup untuk Bantu Selesaikan Masalah

DKI Gandeng 8 Startup untuk Bantu Selesaikan Masalah
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan delapan perusahaan rintisan (startup) yang merupakan penyedia layanan aplikasi menandatangani Nota Kesepahaman (memorandum of understanding – MoU) di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (13/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / JAS Jumat, 13 September 2019 | 15:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Tak bisa menyelesaikan masalah Kota Jakarta seorang diri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menggandeng delapan perusahaan rintisan (startup) yang merupakan penyedia layanan aplikasi.

Kerja sama dengan delapan start up ini diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding – MoU) yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (1/9/2019).

Kedelapan start up adalah Nodeflux, Botika, DuitHape, Grab, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan Gojek.

Anies Baswedan mengatakan delapan start up yang merupakan perusahaan penyedia layanan aplikasi selama ini berikan solusi kebutuhan masyarakat di bidangnya masing-masing. Diharapkan kerja sama ini dapat membantu Pemprov DKI dalam menyelesaikan masalah perkotaan di Jakarta. Terutama memberikan solusi bagi kebutuhan warga Jakarta yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan di era digitalisasi.

“Kami di pemerintah juga memainkan peran sebagai penyedia layanan. Kami juga adalah pembuat regulasi dan kami punya tanggung jawab konstitusional untuk menghadirkan kota yang nyaman, ramah bagi semua dan kesetaraan kesempatan. Sekarang tanggung jawab yang kami miliki akan kami kerjakan bersama-sama dengan teman-teman yang selama ini sudah memberikan solusi untuk masyarakat,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (13/9/22019).

Menurutnya, kerja sama dengan delapan perusahaan start up ini merupakan pertama kalinya dilakukan Pemprov, tetapi bukan juga yang terakhir kali. Karena ke depan akan semakin banyak perusahaan penyedia aplikasi yang memiliki terobosan solusi untuk masyarakat akan digandeng untuk membantu Pempro DKI menyelesaikan masalah Ibu Kota.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat dan pihak swasta untuk mewujudkan keadilan sosial di Jakarta secara berkelanjutan. Dan kita berharap banyak dari sini akan muncul banyak solusi untuk masyarakat Jakarta. Izinkan dalam kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi," ujar Anies Baswedan.

Dijelaskannya, konsep evolusi sebuah kota menuju City 4.0 yang mengutamakan kolaborasi dengan masyarakat. Melalui konsep City 4.0, Pemprov DKI Jakarta bertindak tidak hanya sebagai administrator, penyedia layanan, ataupun fasilitator, tapi merupakan pihak yang terbuka untuk bekerja sama dengan semua elemen untuk mengentaskan berbagai permasalahan Ibu Kota.

"Jadi kami berharap sekali dari penandatangan ini, nanti ada begitu banyak masalah yang ada di kota ini yang bisa diselesaikan bersama-sama. Tujuan ujungnya apa? Tujuannya sesuai dengan Pancasila, tujuannya adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Anies Baswedan.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta berupaya mewujudkan smart governance melalui kolaborasi bersama emerging startup seperti Nodeflux yang berperan di bidang artificial intelligence (kecerdasan buatan), digunakan untuk mendeteksi pelat nomor kendaraan wajib pajak.

Melalui kerja sama ini, pelat kendaraan wajib pajak bermotor yang melintasi jalanan Jakarta dapat tersambungkan dengan sistem perpajakan untuk mencari potensi pendapatan daerah yang selama ini tersembunyi (tidak dibayarkan oleh wajib pajak).

Pemprov DKI Jakarta juga berkolaborasi dengan Botika yang juga mengembangkan kecerdasan buatan dengan menghadirkan Javira atau asisten virtual berupa chatbot, serta DuitHape untuk kemudahan distribusi bantuan sosial dan menggerakkan roda perekonomian di seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, kolaborasi dalam upaya smart mobility dilakukan melalui transportasi yang terintegrasi, aman, dan terlacak secara daring bersama Gojek dan Grab.

Selanjutnya, dalam mewujudkan smart economy, kolaborasi melalui e-payment dan transparansi melalui kolaborasi dengan e-commerce raksasa, Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee.

Jakarta Smart City menjadi wadah validasi bagi para startup dalam mengembangkan produk rintisannya. Penandatanganan MoU ini sekaligus menjadi bentuk keseriusan Pemprov DKI Jakarta untuk bersama-sama menciptakan konsep kota cerdas yang partisipatif melalui Jakarta Smart City sebagai innovation hub dan living lab di Jakarta.



Sumber: BeritaSatu.com