Demo Dukung Revisi UU KPK Ricuh

Demo Dukung Revisi UU KPK Ricuh
Aksi massa di gedung KPK, Jakarta, Jumat 13 September 2019. ( Foto: Antara / Benardy Ferdiansyah )
Fana Suparman / YUD Jumat, 13 September 2019 | 15:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Kavling 4, Jakarta, Jumat (13/9/2019) berlangsung ricuh. Massa aksi melemparkan kayu hingga batu ke arah pelataran Gedung KPK.

Massa aksi dari sejumlah elemen yang menamakan diri Himpunan Aktivis Indonesia dan Aliansi Pemuda Mahasiswa mulanya menggelar aksi damai mendukung revisi UU nomor 30/2002 tentang KPK di depan Gedung KPK. Saat aksi, massa membakar ban.

Tak hanya itu, massa juga merusak dan membakar sejumlah karangan bunga berisi dukungan terhadap KPK. Api sempat membesar dan asap tebal membumbung yang kemudian dipadamkan petugas kepolisian.

Namun, ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat ini kemudian berusaha merangsek bahkan berlarian ke dalam Gedung KPK untuk mencopot kain hitam yang menutupi logo KPK sejak beberapa hari lalu. Aksi tersebut mendapat perlawanan dari para pegawai KPK yang berupaya mempertahankan kain hitam tetap terpasang. Aksi dorong mendorong mewarnai aksi yang awalnya hanya mendukung rencana revisi UU KPK tersebut.

Petugas kepolisian serta keamanan KPK yang berjaga berusaha menahan massa untuk tak melepas kain hitam yang menutupi logo KPK. Pihak kepolisian bahkan sempat melepaskan gas air mata.

Saat adu mulut terjadi antara massa dan pegawai KPK, seorang pria yang diduga bagian dari massa aksi berlari dan berhasil mencopot kain hitam yang menutup logo KPK di depan press room. Pria tersebut sempat diamankan petugas kepolisian. Namun, hal itu justru memancing emosi massa. Bahkan, beberapa peserta aksi melempar kayu dan batu ke arah pelataran Gedung KPK.
Pihak kepolisian berupaya meredakan emosi. Saat berita ini ditulis, kondisi di sekitar Gedung KPK berangsur kondusif. Meskipun, sejumlah peserta aksi masih terlihat di sekitar Gedung KPK.



Sumber: Suara Pembaruan