Perluasan Gage, Pengurangan Volume Kendaraan Belum Penuhi Target

Perluasan Gage, Pengurangan Volume Kendaraan Belum Penuhi Target
Petugas Kepolisian Lalu Lintas, Sudinhub, bersama PKB & BBNKB Samsat di Kota Jakarta Utara melakukan penindakan terhadap pengemudi mobil yang melanggar aturan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari Raya, Kecamatan Pademangan, Senin, 9 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta Barus )
Lenny Tristia Tambun / BW Senin, 16 September 2019 | 13:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengklaim kinerja lalu lintas dan kualitas udara di 25 ruas membaik satu pekan setelah sistem ganjil genap (gage) diperluas. Namun sayangnya, belum mencapai target pengurangan volume kendaraan bermotor. Target pengurangan volume kendaraan sebesar 40%, tetapi saat ini baru mencapai 25,24%.

“Hasil evaluasi sepekan penerapan perluasan gage bagus. Artinya, selama kita melakukan perluasan gage seminggu kemarin, kinerja lalu lintas dan kualitas udara semuanya meningkat,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Dijelaskan, peningkatan kinerja lalu lintas terlihat dari kecepatan rata-rata ruas jalan yang dikenakan uji coba perluasan gage terjadi peningkatan kecepatan. Semula, saat uji coba 28,03 km/jam, kini menjadi 28,16 km/jam.

Kemudian terjadi penurunan waktu tempuh rata-rata perjalanan dari 16 menit 92 detik menjadi 14 menit 91 detik. Meningkat sekitar 13 persen dari sebelum uji coba dan penerapan. Selanjutnya volume lalu lintas juga mengalami penurunan sebesar 25,24%.

Jumlah penumpang Transjakarta yang melayani koridor penerapan gage mengalami peningkatan 16,46%.

Untuk koridor BRT, ada kenaikan rata-rata jumlah penumpang dari semula hanya 475.442 penumpang per hari pada saat uji coba, menjadi 569.086 orang per hari. Ada kenaikan 93.644 penumpang per hari atau 16,46%.

“Bahkan transportasi publik BRT sempat menyentuh angka 892.000 pada hari pertama penerapan gage. Ini satu hal yang luar biasa buat capaian Transjakarta,” ujar Syafrin Liputo.

Jumlah penumpang moda raya terpadu (MRT) Jakarta juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dari rata-rata penumpang per hari sebanyak 80.000 orang, pada saat penerapan perluasan gage mencapai rata-rata 93.000 orang per hari.

“Bahkan jumlah penumpang MRT sempat menyentuh angka 87.000 orang. Jadi naiknya signifikan,” terang Syafrin Liputo.

Ia mengharapkan capaian tersebut dapat menggambarkan telah terjadi perubahan paradigma bertransportasi dalam kehidupan warga Jakarta, yaitu tidak lagi mencari jaringan jalan alternatif pada saat penerapan perluasan gage, tetapi memilih berusaha menggunakan angkutan umum.

“Saya berpesan, silakan gunakan angkutan umum. Kita sudah ada standar pelayanan minimum (SPM). Jika ada masyarakat merasakan kekurangan layanan, laporkan ke kami. Kami akan langsung melakukan perbaikan, sehingga kualitas pelayanan sesuai dengan SPM dan ekspestasi penumpang,” jelas Syafrin Liputo.

Selain terjadi peningkatan kinerja lalu lintas, Syafrin Liputo mengungkapkan terjadi juga peningkatan kualitas udara di Jakarta. Bila dilihat dari stasiun pemantauan kualitas udara di Bundaran Hotel Indonesia (HI), polusi udara turun 14%. Sedangkan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, turun menjadi 14,46%.

“Saya akhirnya memonitor setiap hari air visual, jadi rajin buka handphone. Kemarin di air visual saya lihat, pada Jumat, pada pukul 18.00 WIB, kualitas PM 2.5 kita di atas angka 26,2 mikrogram unit per meter kubik,” tutur Syafrin Liputo.

Tabel Evaluasi Ganjil Genap

Indikator Sebelum  Uji Coba  Penerapan
Kecepatan rata-rata 25,56 km/jam 28,03 km/jam 28,16 km/jam
Waktu Tempuh 16 menit 92 detik 14 menit 91 detik 14 menit  91 detik
Volume kendaraan - 25,24% 25,24%
Kualitas udara - Turun 9% Turun 14%
Penumpang BRT 475.442 orang 499.464 orang 569.086 orang
Penumpang MRT 80.000 orang 90.000 orang 93.000 orang


Sumber: BeritaSatu.com