Sepekan Perluasan Gage, Mencatat 8.101 Pelanggar

Sepekan Perluasan Gage, Mencatat 8.101 Pelanggar
Petugas kepolisian menghentikan mobil berpelat nomor genap yang memasuki Jalan Salemba Raya, di Matraman, Jakarta, Senin (9/9/2019). Petugas kepolisian mulai memberlakukan penindakan berupa tilang terhadap pengendara mobil yang melanggar di kawasan perluasan sistem ganjil-genap. ( Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta )
Lenny Tristia Tambun / EAS Senin, 16 September 2019 | 14:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Selama satu pekan penerapan kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor plat mobil ganjil genap (gage), Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mencatat ada 8.101 pelanggar kebijakan ini.

Dengan rincian, pada hari pertama (9/9/2019) tercatat 1.904 pelanggar, hari kedua (10/9/2019) tercatat 1.848 pelanggar, hari ketiga (11/9/2019) tercatat 2.026 pelanggar, hari keempat (12/9/2019) tercatat 1.204 pelanggar, dan hari kelima (13/9/2019) tercatat 1.119 pelanggar.

Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo mengatakan, pada hari kedua penerapan kebijakan perluasan gage menurun jumlah pelanggar dibandingkan hari pertama.

"Hari ketiga meningkat jumlah pelanggarnya, dan kemudian pada hari keempat dan kelima terlihat tren penurunan jumlah pelanggar. Artinya baik sekali saat itu. Saya berharap tren positif yang dicapai oleh perluasan gage ini, tidak lepas dari partisipasi dan peran aktif masyarakat terhadap program pemerintah dalam mewujudkan perbaikan kinerja lalu lintas dan kualitas udara,” kata Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Dijelaskannya, jumlah pelanggaran yang paling banyak terjadi pada pintu utama masuk koridor penerapan perhiasan Gage. Sebut saja di Jakarta Barat, pelanggaran banyak terjadi saat kendaraan yang datang dari arah tol atau dari arah barat masuk ke Jalan Tomang Raya.

"Itu ada beberapa yang kita lihat. Begitu juga di Lebakbulus dan Fatmawati, kendaraan yang dari arah selatan maupun timur barat mau masuk ke Fatmawati juga cukup banyak. Begitu juga di Jalan Pemuda. Kalau dari Matraman Salemba relatif tidak banyak. Saya harapkan dengan posisi ini, masyarakat cukup sudah memahami terkait kebijakan perluasan gage,” papar Syafrin Liputo.

Syafrin mengharapkan, jumlah pelanggar gage pada pekan-pekan ke depan dapat menurun. Ia berharap semakin banyak lagi warga Jakarta sadar bahwa upaya perluasan gage ini sebagai kebijakan kolektif, yang tak hanya berlaku bagi warga Jakarta, tetapi juga bagi warga Bodetabek.



Sumber: BeritaSatu.com