Generasi Milenial Serahkan Bibit Bambu untuk Jakarta

Generasi Milenial Serahkan Bibit Bambu untuk Jakarta
Gerakan Serumpun Bambu memberikan bibit-bibit bambu ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin 16 September 2019. ( Foto: dok )
/ YUD Senin, 16 September 2019 | 20:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kualitas udara di Jakarta memburuk seiring tingginya polusi udara. Program perbaikan lingkungan harus terus digalakkan pemerintah dengan pelibatan masyarakat. Dengan demikian kualitas kehidupan masyarakat DKI Jakarta bisa membaik.

Terkait ikhtiar perbaikan lingkungan, Gerakan Serumpun Bambu mengajukan program penanaman bambu di segenap daerah di Jakarta. Bambu dinilai memiliki banyak kelebihan untuk konservasi lingkungan.

"Tidak usah jauh-jauh mencari solusi keluar negeri, kita sudah punya resep dan sumber daya yang ampuh. Bambu sudah terbukti bagus, bahkan ilmu bambu kita malah diincar negara-negara lain," kata Ketua Gerakan Serumpun Bambu, Widya Mukti, Senin (16/9/2019).

Dia menjelaskan, bambu mudah ditanam dan dikembangkan. Selain mempunyai nilai estetika tinggi, bambu juga ampuh untuk program konservasi lingkungan. Sumber daya bambu juga melimpah di Indonesia.

Sebagai simbol dari pengajuan program bambu ini, Gerakan Serumpun Bambu memberikan bibit-bibit bambu ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin 16 September 2019. Aksi ini bertepatan dengan momentum Hari Perlindungan Ozon Internasional.
Aksi simbolik ini diharapkan dapat menjadi dukungan moral untuk pemerintah agar lebih intensif menjalankan program perbaikan lingkungan.

Tak hanya di Jakarta, aksi serupa juga digelar jaringan pemerhati sosial dan lingkungan di Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. Sebab masalah lingkungan tak hanya dihadapi Jakarta saja, tapi nyaris seluruh daerah di Indonesia.

Lebi lanjut Widya mengatakan, kampanye serumpun bambu tidak berhenti di sini, tapi akan berlanjut dengan aksi-aksi berikutnya. "Misal bukan bambu yang ditanam, tidak masalah, yang penting kita galakkan menanam pohon." kata Widya.

Aksi kampanye serumpun bambu juga didukung milenial. Dio Alif Utama, artis yang juga seorang pegiat olah raga, mengatakan bahwa kegiatan lingkungan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil seperti menanam pohon.

"Menanam pohon itu seperti menanam kehidupan," kata putra Musisi Oddie Agam - Artis Chintami Atmanegara ini.
Adapun Baby Niken, penyanyi yang juga gemar berkegiatan sosial menandaskan generasi muda harus lebih peka terhadap lingkungannya. "Itulah sumber kehidupan," ujarnya.

Kesaktian Bambu
Kampanye budidaya bambu untuk lingkungan sudah lama diserukan Pendiri Yayasan Bambu Indonesia yang juga Ketua Padepokan Sang Saka Buana, Abah Jatnika Nanggamiharja.

Peraih anugerah Kalpataru 2015 itu mulai menaruh perhatiannya pada bambu sejak 1996. Jatnika menjelaskan, bambu dapat meredam panas bumi, menyuburkan tanah, menjernihkan air, penghasil oksigen yang baik, mengatasi longsor, dan mengatasi banjir.

Dalam berbagai kesempatan dia mengilustrasikan, satu batang bambu berdiameter delapan sentimeter dan berat 1,2 kilogram bisa membantu dua orang untuk bernafas. Satu rumpun yang berjumlah 300 batang bambu bisa menolong enam ratus orang untuk bernafas.

Bambu juga tempat menyimpan air yang baik. Begitu hujan turun, airnya bisa disimpan di batang bambu sebanyak 90 persen, dan ketika musim kemarau bambu tersebut bisa mengeluarkan air, salah satunya sebagai oksigen.

Serabut bambu juga berguna untuk menjernihkan air karena akarnya bisa menjalar hingga 50 meter. Yayasan Bambu Indonesia memiliki misi menjadi wadah pelestarian, pembibitan, pelatihan dan pendidikan. 



Sumber: BeritaSatu.com