Alasan Keselamatan, Pintu Gerbang Tempat Penampungan Kalideres Dikunci

Alasan Keselamatan, Pintu Gerbang Tempat Penampungan Kalideres Dikunci
Pintu gerbang depan gedung tempat penampungan sementara pengungsi pencari suaka, di Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, kini dikunci atau digembok. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 20 September 2019 | 13:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pintu gerbang depan gedung tempat penampungan sementara pengungsi pencari suaka, di Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, kini dikunci atau digembok. Alasannya, demi keamanan atau keselamatan anak-anak pengungsi yang seringkali hampir tertabrak kendaraan bermotor ketika bermain keluar.

"Ya betul ditutup untuk alasan keamanan. Jadi buat keselamatan anak-anak. Soalnya, banyak anak-anak menyeberang jalan hampir tertabrak mobil kalau main keluar. Kalau kenapa-kenapa kan kami juga yang repot," ujar koordinator lapangan relawan tempat penampungan sementara Kalideres, Kartiwan, Jumat (20/9/2019).

Dikatakan Kartiwan, pengungsi pencari suaka tetap dapat keluar melalui pintu samping di sebelah kiri gedung. Posko terpadu juga dipindahkan di depan pintu samping itu.

"Kita bukan mengunci mereka. Hanya mengurangi resiko. Takut anak-anak tertabrak. Pintu samping kita buka 24 jam. Kita pantau. Ada posko di depannya," ungkap Kartiwan.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, pengungsi pencari suaka tetap bisa keluar-masuk melalui pintu kecil, di sisi kiri gedung penampungan sementara, Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, pasca-pintu gerbang depan dikunci sejak Kamis (19/9/2019) kemarin.

Terlihat, beberapa pengungsi keluar membawa termos untuk membeli air panas, di beberapa warung kopi, di pinggir jalan, pagi ini. Selain itu, ada juga pengungsi yang menenteng plastik berisi pakaian kotor untuk dicuci di toilet umum.

Beberapa pengungsi juga nampak duduk-duduk di pelataran gedung. Sementara, terlihat tiga pengungsi perempuan dewasa sedang menjemur pakaian di sisi kanan gedung.

Situasi di tempat pengungsian terlihat lebih tertib dibanding hari-hari sebelumnya. Berdasarkan informasi, jumlah pengungsi yang masih bertahan sekitar 512 orang, dengan anak-anak sebanyak 84 orang.

Sementara itu, sejumlah petugas Kepolisian dan Satpol PP nampak melakukan pengamanan di posko. Situasi aman dan kondusif.



Sumber: BeritaSatu.com