Sepeda Anies yang Selip Rantai, Dibeli Sejak Awal Kuliah

Sepeda Anies yang Selip Rantai, Dibeli Sejak Awal Kuliah
Rantai sepeda yang dinaiki Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat selip ketika menguji coba jalur sepeda dari Velodrome ke Balai Kota, Jumat, 20 September 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / BW Jumat, 20 September 2019 | 13:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku usia sepedanya sudah tua. Kejadian rantai sepedanya yang selip hingga tersangkut ke bagian gir depan, dikarenakan komponen sepedanya sudah cukup tua sehingga wajar bila perlu ada perbaikan.

“Sepeda saya sudah cukup tua, karena saya pakai sejak awal kuliah dan saya menggunakan sepeda ini sampai sekarang,” kata Anies Baswedan setibanya di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Anies bersama Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah dan sejumlah kepala satuan perangkat kerja daerah (SKPD) beserta aparatur di DKI bersepeda dari Stadion Jakarta International Velodrome menuju Balai Kota DKI.

Ada enam ruas jalan yang mereka tempuh dalam mencoba jalur sepeda fase pertama ini. Di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Proklamasi, Jalan Imam Bonjol, Jalan MH. Thamrin, dan Jalan Medan Merdeka Selatan. Panjang ruas jalan ini sekitar 25 kilometer. Letak jalur sepeda berada di bahu jalan.

Seusai bersepeda, Anies Baswedan mengaku sangat menikmati perjalanan memakai sepeda dari Velodrome menuju Balai Kota DKI. “Senang sekali sekarang bisa kembali pakai sepeda, dan tentu kami akan menggunakan sepeda untuk kegiatan yang lebih banyak lagi terutama di lingkungan-lingkungan warga,” ujar Anies Baswedan.

Tak lupa, ia pun mengajak warga Jakarta yang biasa bekerja memakai kendaraan pribadi untuk beralih naik sepeda. Sebab, Pemprov DKI telah menyiapkan jalur khusus sepeda dengan lebar jalur sekitar 1,25 meter.

Untuk mendukung para pekerja menggunakan sepeda ke tempat kantornya, Anies Baswedan telah meminta kepada sejumlah pengelola gedung perkantoran di pusat kota untuk menyiapkan lahan parkir sepeda dan ruang mandi khusus karyawan. Selama ini, karyawan banyak yang enggan beralih naik sepeda karena ketiadaan kamar mandi.

“Ya, selama ini kan, yang punya kamar mandi cenderung pimpinan perusahaan. Karena itu, kami minta perusahaan menyediakan untuk karyawan juga. Karena begitu sampai di kantor dalam kondisi berkeringat, mereka bisa membilas tubuhnya sebelum bekerja,” tutur Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com