Warga Terdampak Pembangunan UIII Terima Santunan

Warga Terdampak Pembangunan UIII Terima Santunan
Suasana penerimaan santunan bagi warga terdampak pembangunan UIII dari Kementerian Agama di Kantor Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / BW Jumat, 20 September 2019 | 13:13 WIB

Depok, Beritasatu.com - Sebanyak 21 orang warga terdampak pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menerima santunan.

Sebelumnya, mereka menghadiri undangan verifikasi penerima dana santunan. Besaran nilai santunan berbeda-beda. Besaran sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No 62/2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Bangunan Nasional.

Pejabat Pemberi Kuasa (PPK) Khusus Lahan Pembangunan UIII Encep Dimyati mengatakan, pemberian santunan akan melalui beberapa tahap verifikasi. Mulai dari verifikasi lapangan, data, kemudian proses pencairan.

"Alhamdulillah, santunan sudah mulai diverifikasi. Dana santunan juga sudah didapat oleh warga sekitar UIII," ujar Encep, Jumat (20/9/2019).

Dikatakan, terkait harga, pihaknya mengacu kepada penilaian tim Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Ada beberapa komponen yang menjadi dasar penilaian dari tim KJPP. Antara lain biaya mobilisasi, biaya pembersihan segala sesuatu yang ada di atas tanah, biaya sewa rumah selama satu tahun, serta tunjangan kehilangan pendapatan.

"Dana santunan disesuaikan dengan keadaan masyarakat, dan semuanya dinilai langsung oleh KJPP," tutur Encep.

Lebih lanjut dikatakan Encep, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 900/Kep.572-Pemksm/2019 tentang Penerimaan Dana Santunan, terdapat 36 bidang lahan yang digarap 28 warga. Namun dalam pencairan tahap satu ini ada 21 warga yang menghadiri undangan pemberian dana santunan.

"Masih kami tunggu sampai akhir November di tahap kedua kalau masyarakat ada yang mau menerima dana santunan. Sebab anggaran ini batasnya hingga akhir tahun 2019," kata Encep.

Lurah Cisalak Wiyana menyambut baik karena akhirnya warga menerima santunan yang tersebut. Menurut Wiyana, momen ini telah lama ditunggu karena sebelumnya masyarakat tidak mau mengambil dana santunan yang diberikan Kementerian Agama.

Lebih lanjut diungkap Wiyana, pemberian dana santunan sudah menjadi regulasi yang ada pada Peraturan Presiden (Perpres) No 62/2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Bangunan Nasional. Wiyana menuturkan, pemberian dana santunan ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Lurah Cisalak juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan pihak terkait yang telah mendukung proses pencairan dana santunan. Mengingat, proses yang dilalui hingga masyarakat mau menerima dana santunan itu tergolong cukup lama.

“Semoga ke depan pembangunan dapat berjalan lancar dan tidak ada kendala apa pun," pungkas Wiyana.



Sumber: Suara Pembaruan