Kamera ETLE di Jalan Tol Miliki Fitur Deteksi Kendaraan Daftar Hitam

Kamera ETLE di Jalan Tol Miliki Fitur Deteksi Kendaraan Daftar Hitam
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan memasang 10 kamera baru dekat rambu tilang elektronik di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. Fitur tersebut dapat mendeteksi pemakaian sabuk pengaman, penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap dan batas kecepatan pengemudi. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Bayu Marhaenjati / JAS Selasa, 24 September 2019 | 13:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ditlantas Polda Metro Jaya dan PT Jasa Marga, terus menyiapkan penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), untuk menindak pelanggar lalu lintas di jalan tol, Oktober mendatang.

Kamera yang digunakan memiliki beberapa fitur intelijen yang dapat menangkap pelanggaran over speed, mendeteksi kendaraan yang masuk daftar hitam (blacklist) atau pelat nomor palsu, termasuk pelanggaran tidak memakai sabuk, dan menggunakan ponsel saat berkendara.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir mengatakan, pelanggaran yang ditindak menggunakan kamera dengan sistem ETLE di jalan tol antara lain, over dimension (dimensi terlalu besar), overload (muatan melebihi kapasitas), over speed (melebihi batas kecepatan), menggunakan ponsel, tidak memakai sabuk pengaman, dan kendaraan tidak terdaftar.

"Dalam rangka pengembangan ETLE, Ditlantas Polda Metro Jaya bekerjasama dengan PT Jasa Marga, memanfaatkan kamera di jalan tol yang dapat berfungsi sebagai alat capture (menangkap gambar) bukti pelanggaran, yang memiliki beberapa fitur intelijen dan dapat diintegrasikan dengan sistem ETLE Ditlantas Polda Metro Jaya," ujar Nasir, Selasa (24/9/2019).

Dikatakan Nasir, kamera-kamera itu dapat merekam secara otomatis nomor pelat kendaraan untuk mendeteksi kendaraan blacklist atau tidak terdaftar, kemudian otomatis menangkap gambar kendaraan melebihi batas kecepatan dan lainnya.

"ANPR (Automatic Number Plate Recognition) dengan tambahan fitur pendeteksi kendaraan blacklist, pelat nomor palsu, tidak terdaftar, atau blokir kasus pidana; auto capture pelanggaran over speed atau melebihi batas kecepatan; auto capture pelanggaran gangguan konsentrasi (mengemudi menggunakan HP); auto capture pelanggaran tidak mengenakan sabuk keselamatan; dan auto capture nomor kendaraan yang tidak terdaftar dalam registrasi identifikasi di Polda Metro Jaya," ungkap Nasir.

Nasir menyampaikan, Polri dan Jasa Marga saat ini masih progres menyiapkan kamera yang mampu menangkap citra atau gambar terkait pelanggaran overload. "Memang progres untuk yang overload. Kamera itu belum mampu mengarah, tapi itu dalam pencarian teknis dari Jasa Marga dan Ditlantas Polda Metro Jaya," katanya.

Nasir menuturkan, saat ini kamera ETLE telah terpasang di 10 titik jalan tol, seperti dua titik di Jalan Tol Cikampek, kemudian Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Tangerang, Jalan Tol Lingkar Luar (JORR), Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Pintu Tol Kuningan, dan Pintu Tol Semanggi.

"Itu adalah titik titik yang sudah dilakukan pengkajian, tinggal nanti pada saat dilakukan uji coba apakah ada kendala atau tidak, karena terkait jaringan internet pun dipertimbangkan. Uji coba (penerapan sistem ETLE) nanti dalam waktu dekat," jelas Nasir.

Menurut Nasir, pihaknya baru melakukan beberapa kali uji coba terkait teknis kamera di Pintu Tol Semanggi dan Pintu Tol Kuningan, termasuk menggunakan kamera portable dan bodycam di kendaraan patroli.

"Kita juga menambahkan di dalam tol itu, di luar kamera yang stasioner, ada kamera portabel yang berada di kendaraan dan kamera bodycam. Itu juga terkoneksi langsung ke back office, cuma memang masih dalam pengkajian karena kadang error terkait dengan jaringan. Iya (kamera) di kendaraan polisi, jadi kalau kita parkir atau kita patroli ada yang melakukan pelanggaran itu ter-capture," tambahnya.

Nasir mengatakan, penerapan sistem ETLE di jalan tol rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 mendatang. "Launching rencana Oktober kalau tidak ada perubahan. Karena kan sistem ini dua belah pihak (Polri dan Jasa Marga), sedang diselaraskan, supaya tidak ada kelemahan. Apabila sudah diuji coba berjalan, maka kita akan mengimplementasikan penegakan hukum," tandasnya.

Kamera ETLE terpasang di beberapa lokasi tol yaitu:

- 2 Titik Kamera di Ruas Tol Jagorawi / Cibubur (Kedua Arah);
- 2 Titik Kamera di Ruas Tol Jakarta - Cikampek (Kedua Arah);
- 1 Titik Kamera di Ruas Tol Jakarta - Tangerang (Janger);
- 1 Titik Kamera di Ruas Tol Tomang - Bandara (Prof. Sedyatmo);
- 1 Titik Kamera di Ruas Tol Dalam Kota (Cawang - Tomang);
- 1 Titik Kamera di Ruas Tol JORR (Rorotan - Cikunir);
- 1 Titik Kamera di Gerbang Tol Semanggi 1;
- 1 Titik Kamera di Gerbang Tol Kuningan 1.



Sumber: BeritaSatu.com