Antisipasi Kekeringan, DKI Terjunkan 1.162 Satgas Air Bersih

Antisipasi Kekeringan, DKI Terjunkan 1.162 Satgas Air Bersih
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi Irup Apel Kesiapsiagaan Satgas Air Bersih Provinsi DKI Jakarta di Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 26 September 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / CAH Kamis, 26 September 2019 | 19:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Musim kemarau panjang membuat sejumlah wilayah di DKI Jakarta mengalami kekeringan. Untuk mengantisipasinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Air Bersih Provinsi DKI Jakarta di sejumlah titik.

Sebelum Satgas Air Bersih menjalankan tugasnya, Pemprov DKI menggelar Apel Kesiapsiagaan Satgas Air Bersih Provinsi DKI Jakarta di Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/9/2019). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi inspektur upacaranya.

Satgas Air Bersih Provinsi DKI Jakarta beranggotakan 1.162 personel gabungan dari berbagai instansi, baik dari unsur Pemerintah maupun non-Pemerintah.

Diantaranya, Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, PAM JAYA dan sejumlah mitra, para Lurah, PPSU, hingga Perwakilan RT/RW.

Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di DKI Jakarta pada musim kemarau panjang ini terdapat 15 Kecamatan yang masuk dalam kategori Awas Potensi Kekeringan.

Dengan indikator lebih dari 61 hari tanpa hujan. Kecamatan yang masuk kategori ini adalah Menteng, Gambir, Kemayoran, Tanah Abang, Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, Penjaringan, Tebet, Pasar Minggu, Setiabudi, Makasar (Kelurahan Halim), Pulogadung, dan Cipayung.

Sementara itu, berdasarkan data PAM Jaya, terdapat 41 Kelurahan atau 15,47 persen dari total kelurahan di DKI Jakarta belum terlayani jaringan Air PAM. Dan ada 11 Kelurahan atau 4,15 persen dari total kelurahan di DKI Jakarta.

Di antaranya masuk dalam kategori Awas Potensi Kekeringan. Beberapa kelurahan itu, antara lain Kelurahan Kapuk Muara, Kamal Muara (di Jakarta Utara), Pondok Rangon, Munjul, Cilangkap, Setu, Bambu Apus, Ceger, Lubang Buaya, Kebon Pala dan Halim Perdana Kusuma (di Jakarta Timur).

“Kita di Jakarta menghadapi potensi kekeringan air bersih dan tantangan itu harus kita antisipasi sejak dini,” kata Anies Baswedan saat memimpin jalannya Apel Kesiapsiagaan Satgas Air Bersih di Monas.

Dijelaskannya, tugas pokok Satgas Air Bersih adalah memastikan warga Jakarta mendapatkan pasokan air bersih di tengah kondisi kekeringan yang melanda. Dengan berbagai cara dan upaya yang legal, serta koordinasi lintas instansi. “Kita ingatkan kepada semua agar melakukan segala cara yang benar dan legal untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi warga Kota Jakarta,” ujar Anies Baswedan.

Maka dari itu, lanjut Anies Baswedan, para Satgas Air Bersih harus memegang teguh motto Siap, Tanggap, Galang. Siap berarti seluruh personel harus lebih responsif, Tanggap berarti setiap ada masalah langsung dikerjakan, dan Galang berarti mengajak seluruh pihak koordinasi lintas instansi memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi.

“Siap, Tanggap, dan Galang ini harus dicamkan kepada kita semua agar memberikan pelayanan air bersih secara cepat dan responsif kepada warga,” tuturnya.

Hingga saat ini, terdapat dua kelurahan yang telah menyampaikan wilayahnya terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih segera, yaitu Kelurahan Kalideres di Jakarta Barat dan Kelurahan Pejagalan di Jakarta Utara.

“Masyarakat dapat melaporkan kebutuhan air bersih akibat kekeringan tersebut melalui telepon ke Call Center Jakarta Siaga 112 dan melalui Aplikasi Jakarta Aman lewat fitur “LAPOR”,” ungkap Anies Baswedan.

Nanti, laporan yang masuk akan diverifikasi kepada aparat di wilayah terlapor mengenai lokasi, jumlah warga terdampak, dan jumlah kasus kekeringan yang terlaporkan. Setelah dilakukan verifikasi akan ditindak lanjuti oleh Satgas Air Bersih dengan mendistribusikan bantuan air bersih ke lokasi yang membutuhkan.



Sumber: BeritaSatu.com