Bakar Ban, Massa HMI Desak ke Gedung DPR

Bakar Ban, Massa HMI Desak ke Gedung DPR
Demonstran mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi pembakaran ban mendesak pihak kepolisian membuka barikade agar massa aksi dapat menuju depan gerbang Gedung DPR-MPR RI, Jakarta, Jumat 27 September 2019. ( Foto: Antara / Fathur Rochman )
/ YUD Jumat, 27 September 2019 | 17:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekitar 100 orang demonstran mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi pembakaran ban mendesak pihak kepolisian membuka barikade agar massa aksi dapat menuju depan gerbang Gedung DPR-MPR RI

"Tolong menyingkir, jika kalian polisi di sini, sama saja kalian menghalang-halangi proses penyampaian aspirasi kami," ujar salah satu orator aksi di dekat Gedung DPR-MPR RI Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Massa beratribut hijau hitam itu tertahan di sisi barat Gedung DPR-MPR RI, lantaran akses jalan menuju gedung DPR dihalau dua unit mobil pengurai massa serta ratusan anggota Brimob.

Mereka berorasi meminta pihak kepolisan membuka akses jalan agar perwakilan dari HMI dapat bertemu dengan anggota dewan di Parlemen.

Aksi tersebut diwarnai pembakaran ban bekas serta upaya perusakan barier kawat berduri yang dipasang melintang di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di sisi samping Gedung Mandala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Namun demikian permintaan demonstran itu tidak dikabulkan oleh pihak kepolisian. Salah seorang petugas mengatakan bahwa penyampaian aspirasi hanya bisa dilakukan di sisi barat Gedung DPR-MPR RI.

"Mohon maaf kalian tidak bisa menuju depan gerbang Gedung DPR mengingat eskalasi yang terus meningkat sejak Senin. Kalian sampaikan aspirasi di sini," ujar petugas kepolisian tersebut.

Dalam aksi demonstrasi itu, HMI menuntut agar dilakukan peninjauan kembali terhadap revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi serta menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana.



Sumber: ANTARA