Akan Demo ke DPR, Ini Bayaran yang Dijanjikan untuk Pelajar

Akan Demo ke DPR, Ini Bayaran yang Dijanjikan untuk Pelajar
Puluhan pelajar diamankan Polres Metro Jakarta Utara saat hendak berangkat menuju Gedung DPR/MPR di Mapolres, Senin 30 September 2019 sore. ( Foto: BeritaSatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / YUD Senin, 30 September 2019 | 16:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 41 pelajar dari SMP, SMA, dan SMK dan pemuda diamankan anggota Polres Metro Jakarta Utara, Senin (30/9/2019). Para pelajar itu diamankan saat berkonvoi menumpang truk kontainer dan truk bak terbuka yang searah ke Gedung DPR/MPR. Menurut pengakuan para pelajar mereka akan menerima bayaran ketika tiba di tujuan.

"Kami mendapatkan informasi bahwa apa yang mereka lakukan ini mendapatkan bayaran dari seseorang saat sudah sampai di lokasi DPR sesuai petunjuk yang didapatkan dari hp mereka. Mereka dijanjikan bayaran Rp 40.000 per orang," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto di Mapolres Jakut.

Ia menyebutkan pihaknya akan melacak pelaku yang melakukan mobilisasi para pelajar untuk ikut berdemonstrasi ke Gedung DPR/MPR dan akan melakukan background check terhadap para pelajar yang diamankan apakah memiliki catatan kriminal atau tidak.

"Jika tidak ada catatan kriminal kami berikan kembali ke orang tua atau pihak sekolah untuk membina anak-anak yang kita amankan ini," tambah Budhi.

Sementara itu, AZ (16) pelajar SMP 289 Sukapura Kelas IX menyebutkan dirinya bersama kawan-kawan mendapatkan ajakan untuk berkumpul di DPR yang didapatkan dari akun sosial media mereka seperti Facebook, Instagram, dan aplikasi pesan WhatsApp.

FL (15) pelajar MTS Durja Cakung juga mengakui dirinya hanya ikut-ikutan teman agar terlihat keren. Setelah pulang dari sekolah ia langsung berangkat menuju ke DPR agar tidak diketahui orang tuanya. "Kalau orang tua tahu pasti ngelarang, makanya saya langsung berangkat saja dari sekolah ke titik kumpul," ujar FL.

IS (17) pelajar Ar-Raudah Cemara Mahoni ketika disuruh membuka kemeja sekolahnya terlihat ada tato permanen di bagian belakang punggung sebelah kanan. "Saya dibikinin temen pak, untuk syarat masuk gang-nya dia," kata IS.

Bahkan adapula dua orang nelayan Cilincing yang menyamar menggunakan kemeja putih abu-abu atas nama Firman (18)
Widodo Saputra (22) yang mengaku hendak demo ke DPR karena disuruh oleh seseorang yang menghubungi dirinya dari telepon genggam.

 



Sumber: Suara Pembaruan