Kapolrestro Bekasi Kota Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan NKRI

Kapolrestro Bekasi Kota Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan NKRI
Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, saat menjadi inspektur upacara jajaran tiga pilar, Senin (30/9/2019). ( Foto: Humas Polrestro Bekasi )
Mikael Niman / BW Senin, 30 September 2019 | 20:41 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, mengajak masyarakat dan jajaran tiga pilar (Polri, TNI serta aparatur Pemerintah Kota Bekasi) untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‎"Pada kesempatan ini, sekali lagi saya berharap tiga pilar tetap kompak bersatu untuk menjaga keutuhan NKRI ini," ujar Indarto, saat menjadi inspektur upacara di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (30/9/2019).

Dia menegaskan, bagi para perusuh yang ingin mengancam keutuhan negara, bukan hanya berhadapan dengan TNI dan Polri‎ tetapi juga berhadapan dengan seluruh warga Kota Bekasi.
‎‎
Menurutnya, masyarakat Kota Bekasi bersama unsur tiga pilar akan memiliki satu irama, satu pemikiran bahwa membela keutuhan NKRI‎ merupakan harga mati.

"Jika bukan kita yang membela NKRI, siapa lagi? Kenapa masih ada yang unjuk rasa tidak tertib, tidak damai, juga ada demonstran gelap dengan tujuan yang tidak terpuji seperti ingin menggulingkan pemerintahan dengan menggagalkan pelantikan anggota DPR dan pelantikan Presiden/Wakil Presiden. Ini sudah masuk kategori makar," tegasnya.

Apel gelar pasukan bersama tiga pilar yang diselenggarakan di Plaza Pemerintah Kota Bekasi dihadiri jajaran Polrestro Bekasi Kota, Kodim 0507/Kota Bekasi, Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Satpol PP Kota Bekasi, lurah dan camat serta Linmas se-Kota Bekasi.

Hadir juga, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati, dan jajaran eselon II Pemerintah Kota Bekasi.

"Mari kita bersama aparat dan masyarakat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, karena beberapa hari kebelakang telah terjadi pengerahan massa yang berujung anarkis," imbuhnya.

Dia menambahkan, mirisnya lagi terjadi pelibatan massa dari para pelajar SMK. "Para guru, orangtua murid dan elemen masyarakat harus ketat dalam pengawasan dan memberikan pemahaman yang baik dan benar terhadap situasi yang terjadi saat ini, karena mereka saat ditanya tidak tau tujuannya unjuk rasa yang dilakukan," imbuhnya.



Sumber: Suara Pembaruan