Penerapan ETLE, 10 Titik Kamera di Jalan Tol Dikaji

Penerapan ETLE, 10 Titik Kamera di Jalan Tol Dikaji
Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan memasang 10 kamera baru dekat rambu tilang elektronik. Fitur tersebut dapat mendeteksi pemakaian sabuk pengaman, penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap dan batas kecepatan pengemudi. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 3 Oktober 2019 | 12:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan PT Jasa Marga, terus menyiapkan penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, untuk menindak pelanggar lalu lintas di jalan tol. Sementara ini, ada 10 titik kamera di ruas jalan tol yang sedang dikaji untuk pelaksanaannya.

"Saat ini, sedang dilakukan pengkajian dari dua tim. Ada 10 titik di jalan tol yang sedang dikaji dan diintegrasikan (ke sistem ETLE)," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir kepada Beritasatu.com, Kamis (3/10/2019).

Penerapan sistem ETLE bakal dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 ini. Namun, Nasir belum bisa memastikan kapan tanggalnya. "Launching akan dipersiapkan dalam bulan ini," ungkapnya.

Nasir menyampaikan, 10 titik kamera yang sedang dikaji yakni, dua titik kamera di ruas Tol Jagorawi/Cibubur; dua titik di ruas Tol Jakarta-Cikampek, satu titik di ruas Tol Jakarta-Tangerang; satu titik di ruas Tol Tomang-Bandata Soetta; satu titik di ruas Tol Dalam Kota (Cawang-Tomang), satu titik di ruas Tol JORR Rorotan-Cikunir; satu titik di Gerbang Tol Semanggi; dan satu titik di Gerbang Tol Kuningan.

Menurut Nasir, pelanggaran yang akan ditindak menggunakan kamera dengan sistem ETLE di jalan tol antara lain, over speed, over dimension, overload, menggunakan handphone, tidak pakai sabuk pengaman, dan kendaraan tidak terdaftar.

"ANPR (Automatic Number Plate Recognition) dengan tambahan fitur pendeteksi kendaraan blacklist, pelat nomor palsu, tidak terdaftar, atau blokir kasus pidana; auto capture pelanggaran over speed atau melebihi batas kecepatan; auto capture pelanggaran gangguan konsentrasi (mengemudi menggunakan HP); auto capture pelanggaran tidak mengenakan sabuk keselamatan; dan auto capture nomor kendaraan yang tidak terdaftar dalam registrasi identifikasi di Polda Metro Jaya," katanya.

Sementara itu, Jasa Marga mendukung penuh penerapan sistem ETLE, di wilayah jalan tol yang dikelolanya. Direktur Operasi PT Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, Jasa Marga telah memiliki kamera analitik kecepatan (speed camera), sehingga penerapan ETLE di jalan tol relatif lebih mudah. Jasa Marga juga akan menyiapkan rambu-rambu terkait penerapan kamera yang terintegrasi dengan sistem ETLE itu.

“Nanti ada rambu-rambu sehingga pengguna jalan juga dapat menerima informasi dengan baik. Saat ini semuanya masih dalam proses integrasi antara speed camera milik Jasa Marga dan sistem ETLE Polda Metro Jaya," kata Subakti beberapa waktu lalu.

Menurut Subakti, secara teknis speed camera akan memotret kendaraan yang melebihi ketentuan batas kecepatan di ruas jalan tol yang diberlakukan sistem ETLE.

"Lalu, data hasil capture speed camera yang ada di Jasa Marga secara otomatis terintegrasi dengan database yang ada di Polda Metro Jaya, untuk kemudian diproses lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com