Sterilisasi, Tujuan Utama Penerapan ETLE di Jalur Busway

Sterilisasi, Tujuan Utama Penerapan ETLE di Jalur Busway
Kendaraan bermotor masih melintas di jalur bus Trans-Jakarta di Jalan Sultan Agung, Jakarta, 13 Juni 2016. Para pelanggar tetap melintas meski Pemprov DKI telah mencanangkan menilang dan mendenda Rp500 ribu bagi penerobos jalur bus Trans-Jakarta mulai hari ini. Antara/Aprillio Akbar
/ CAH Jumat, 4 Oktober 2019 | 12:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya dan PT Transjakarta terus mempersiapkan penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), di jalur busway, di Ibu Kota Jakarta. Tujuan utama penerapan sistem berbasis kamera elektronik itu adalah sterilisasi jalur bus Transjakarta dari kendaraan lain.

"Tujuan utamanya sterilisasi jalur busway," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir, Jumat (4/10/2019).

Dikatakan Nasir, jalur busway dibuat khusus untuk bus Transjakarta, sehingga tidak ada kendaraan yang diperbolehkan melintas, kecuali atas diskresi kepolisian atau keadaan darurat.

"Kecuali nanti ada tindakan diskresi dari kepolisian untuk jamin masalah Kamseltibcar Lantas atau keadaan force majeure itu baru tindakan pengaturan yang dilakukan oleh petugas berdasarkan kepentingan masyarakat. Untuk kendaraan yang dikecualikan nggak ada karena itu dibangun untuk Transjakarta, kecuali dalam tindakan diskresi kepolisian," ungkapnya.

Baca JugaKamera ETLE di Jalan Tol Miliki Fitur Deteksi Kendaraan Daftar Hitam

Menyoal sudah sejauhmana persiapan penerapan sistem ETLE di jalur busway, Nasir menyampaikan, Kepolisian dan PT Transjakarta masih melakukan pengkajian terkait sistem. Sudah ada dua titik kamera yang dikaji, di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Saat ini masih melakukan kajian antara sistem Transjakarta dengan sistem ETLE. Ada dua titik sudah dilaksanakan kajian di Mampang. Penerapannya tunggu launching, nanti kita umumkan," katanya.

Diketahui, Ditlantas Polda Metro Jaya dan PT Transjakarta, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penerapan sistem ETLE, di jalur busway, di Jakarta, Senin (9/9/2019) lalu.

Baca Juga: Penerapan ETLE, 10 Titik Kamera di Jalan Tol Dikaji

Penggunaan ETLE dinilai efektif untuk mengurangi kemacetan, kelancaran, dan ketertiban laju bus Transjakarta, serta lalu lintas secara umum. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan akurasi kapan bus Transjakarta datang atau tiba di shelter.

Berdasarkan data evaluasi PT Transjakarta, memang terjadi penurunan tingkat sterilisasi jalur transjakarta yang sebelumnya 55 persen pada tahun 2016 menjadi 51 persen pada tahun 2018.

Selain petugas melakukan penindakan secara manual di lapangan, nanti polisi juga akan melakukan penindakan terhadap pelanggar atau penerobos jalur busway yang tertangkap kamera ETLE.

Semua kendaraan -kecuali bus Transjakarta atau atas diskresi kepolisian- yang masuk jalur busway akan ditilang, baik itu mobil atau pun sepeda motor. Kamera sistem ETLE akan terus menyala membidik pelanggar selama 24 jam.

Pelanggar akan dikenakan sanksi terkait pelanggaran rambu lalu lintas. Berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 287, setiap pengendara melanggar rambu lalu lintas akan dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

 



Sumber: BeritaSatu.com