Anies Terus Naikkan Anggaran TGUPP Sejak 2017

Anies Terus Naikkan Anggaran TGUPP Sejak 2017
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan megikuti rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / BW Jumat, 4 Oktober 2019 | 15:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Selama Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta, tidak hanya jumlah Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang bertambah, tetapi juga anggaran untuk tim ini. Dari tahun ke tahun, terus meningkat.

Berdasarkan hasil penulusuran Beritasatu.com melalui apbd.jakarta.go.id, anggaran TGUPP dari 2017 hingga 2019 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kenaikan anggaran yang paling drastis terjadi pada tahun 2018. Bila pada 2017, alokasi anggaran untuk TGUPP sebesar Rp 1,07 miliar, maka pada 2018, Anies mengalokasikan anggaran TGUPP sebesar Rp 16,20 miliar.

Kemudian, anggaran TGUPP kembali dinaikkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2019. Anies mengusulkan anggaran TGUPP sebesar Rp 19,88 miliar. Namun, oleh DPRD DKI disetujui sebesar Rp 18,99 miliar.

Kemudian pada tahun ini, dalam kebijakan umum anggaran-plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk Rancangan APBD DKI 2020, anggaran TGUPP diusulkan Rp 26,5 miliar. Namun dalam pembahasan, alokasi anggaran itu diturunkan menjadi Rp 21 miliar.

Alokasi anggaran TGUPP dimasukkan dalam pos anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI. Dengan nama kegiatan Penyelenggaraan Tugas TGUPP.

Kepala Bappeda DKI Jakarta, Sri Mahendra mengakui adanya rencana kenaikan anggaran dalam KUA-PPAS 2020 untuk TGUPP. Namun, ia membantah anggarannya mencapai Rp 26,5 miliar, melainkan Rp 21 miliar.

“Itu untuk penyesuaian jumlah dan grade anggotanya,” kata Sri Mahendra, Jumat (4/10/2019).

Saat ini, anggota TGUPP berjumlah 67 orang. Kemungkinan jumlahnya bisa bertambah atau berkurang sesuai dengan Peratugan Gubernur (Pergub) Nomor 16 tahun 2019 tentang TGUPP. Dalam aturan ini, jumlah TGUPP tidak dibatasi.

Anies Baswedan membantah adanya kenaikan anggaran TGUPP dalam KUA-PPAS APBD DKI 2020.

“Tidak, tidak. Tetap. Tetap. Tidak ada perubahan. Tetap sama terus. Kita tetap, anggarannya tidak berubah,” kata Anies Baswedan.

Meski awak media mengatakan dalam dokumen KUA-PPAS DKI 2020 tertulis alokasi anggaran TGUPP tercantum angka Rp 26,5 miliar, Anies Baswedan tetap bersikukuh anggaran TGUPP pada tahun depan tidak berubah.

“Tidak berubah. Confirm. Cukup. Pokoknya tetap, tidak berubah,” tukas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Seperti diketahui, TGUPP dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) semasa masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Tugas dari TGUPP ini untuk memantau dan memberikan masukan kepada Gubernur untuk membangun Jakarta. Sehingga semua SKPD dan UKPD DKI dapat bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat dan mendukung pembangunan Kota Jakarta.

Pada era Gubernur DKI Jokowi, jumlah TGUPP sangat kecil yakni hanya tujuh orang. Anggarannya tidak dialokasikan di APBD DKI, melainkan menggunakan anggaran operasional Gubernur DKI. Sehingga tidak dipermasalahkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) atau DPRD DKI.

Kemudian, saat Gubernur DKI dijabat Basuki Tjahaja Purnama (BTP), jumlah TGUPP membengkak menjadi 26 orang. Lagi-lagi ini tidak masuk dalam APBD DKI, karena menggunakan anggaran operasional Gubernur DKI.

Namun, sejak era kepemimpinan di tangan Anies Baswedan, jumlah TGUPP bertambah drastis menjadi 73 orang saat dibentuk. Saat ini, sudah berkurang menjadi 67 orang. Ironisnya, anggaran untuk menggaji mereka dialokasikan dalam APBD DKI. Sehingga sempat mendapat penolakan baik dari Kementerian Dalam Negeri maupun DPRD DKI.

Tabel Anggaran TGUPP DKI era Anies Baswedan

Tahun    Usulan              Disetujui

2017     Rp 1,69 Miliar     Rp 1,07 Miliar
2018     Rp 19,88 Miliar   Rp 16,20 Miliar
2019     Rp 19,88 Miliar   Rp 18,99 Miliar
2020     Rp 26,5 Miliar     (masih dibahas DPRD DKI)



Sumber: BeritaSatu.com