Sistem Kanalisasi di Jalur Puncak Berlaku Satu Bulan

Sistem Kanalisasi di Jalur Puncak Berlaku Satu Bulan
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, saat memantau arus lalu lintas di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Sabtu (5/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / FER Sabtu, 5 Oktober 2019 | 18:20 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Rencana pemberlakuan sistem dua lajur banding satu (2:1) di Jalur Puncak akan dimulai akhir Oktober 2019 dan akan berlangsung selama satu bulan. Sistem kanalisasi 2:1 dilakukan guna menggantikan sistem satu arah atau one way.

Baca Juga: Akhir Oktober, Sistem One Way Puncak Berganti Kanalisasi

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono saat lakukan sosialisasi di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Sabtu (5/10/2019). Sistem kanalisasi ini diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi mobilitas masyarakat karena tidak lagi berdasarkan sistem buka tutup.

"Pada dasarnya tidak ada lagi sistem buka tutup (oneway), aksesbilitas pengguna jalan tetap berlangsung sepanjang hari. Untuk itu, perlu diinformasikan bahwa tidak perlu ada konsentrasi kendaraan pada jam-jam tertentu seperti sistem one way," papar Bambang.

Secara teknis, lanjut Bambang, masa uji coba kanalisasi akan dilakukan setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu selama satu bulan. Sama halnya dengan sistem satu arah, untuk pagi hari akan diprioritaskan kendaraan dari arah Jakarta/Bogor menuju Puncak dan sore hari memprioritaskan kendaraan dari Cianjur menuju Jakarta/Bogor.

"Jamnya sama dengan sistem one way. Artinya pada pagi hari akan diberlakukan dua jalur ke atas (Gadog ke Puncak) dan satu jalur ke bawah (Puncak ke Gadog). Lalu sore hari sebaliknya, dua ke bawah dan satu ke atas," jelas Bambang.

Baca Juga: Sistem 2-1 Akan Diterapkan di Puncak Untuk Atasi Macet

Pada masa uji coba pertama kali akan diberlakukan sekitar 20 kilometer (km) mulai Simpang Gadog hingga Simpang Taman Safari. Nantinya, sepanjang jalur itu akan dibuat dengan tiga lajur dan setiap lajur akan dibatasi dengan traffic cone (krucut).

"Dibutuhkan sekitar 1.000 traffic cone yang memajang dari Simpang Gadog hingga Simpang Taman Safari," papar Bambang.

Bambang menambahkan, guna mensiasati kendaraan yang memutar balik arah atau keluar-masuk, rencananya akan dibuat interchange di beberapa titik pusat keramaian.

"Selain itu, sejumlah personel juga akan ditempatkan di lokasi untuk mengatur alur lalu lintas kendaraan," pungkas Bambang.



Sumber: BeritaSatu.com