Ini Alasan Biaya Perbaikan Rumah Dinas Anies Rp 2,4 Miliar

Ini Alasan Biaya Perbaikan Rumah Dinas Anies Rp 2,4 Miliar
Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta ( Foto: cerita.co.id )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 8 Oktober 2019 | 15:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perbaikan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang memakan anggaran sebesar Rp 2,4 miliar. Nilai ini dinilai cukup fantastis, mengingat baru tahun lalu, dianggarkan pembangunan lift di rumah dinas tersebut sebesar Rp 750 juta.

Baca Juga: Wow, Perbaikan Atap Kayu Rumah Dinas Anies Rp 2,4 Miliar

Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang (Citata) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, menerangkan, rumah dinas Gubernur DKI Jakarta merupakan bangunan tua yang bersejarah, dan memiliki status cagar budaya.

Bangunan tersebut mulai difungsikan sejak tahun 1916 untuk Rumah Dinas Walikota Batavia. Sejak tahun 1949, rumah dinas tersebut dimanfaatkan sebagai rumah dinas milik Pemprov DKI Jakarta dan telah melewati momen sejarah yang panjang.

"Nilai sejarah pada bangunan tersebut membuat rumah dinas itu kini berstatus sebagai cagar budaya yang harus dirawat dan dilindungi. Menjadi tugas dan kewajiban Pemprov DKI secara periodik melakukan perawatan dan pemeliharaan terhadap bangunan cagar budaya di Jakarta, termasuk Rumah Dinas Gubernur DKI, baik dalam keadaan terhuni ataupun tidak,” kata Heru Hermawanto dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, Selasa (8/10/2019).

Baca Juga: TGUPP Diminta Transparan Tunjukkan Kinerja

Renovasi bangunan tua ini, lanjut Heru Hermawanto, dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat usia bangunan. Tujuannya, untuk menjaga kelestarian bangunan cagar budaya. "Istilah yang digunakan dalam program pemerintah adalah renovasi, tapi sesungguhnya ini adalah kegiatan reparasi,” jelas Heru Hermawanto.

Heru meluruskan informasi di masyarakat dan menjelaskan bahwa kegiatan reparasi bangunan tua ini bukan bertujuan untuk memperindah. Melainkan bertujuan untuk memperbaiki semua kerusakan akibat usia bangunan yang semakin tua. Dijelaskannya, umur bangunan yang tua itu telah membuat banyak bagian, khususnya kayu-kayu di bagian atap, mengalami penurunan kualitas dan tidak bisa dipertahakankan.

"Cagar budaya ini harus terus dirawat, siapapun Gubernur yang menjabat. Apalagi saat ini Gubernur Anies Baswedan dan keluarga tidak tinggal di Rumah Dinas tetapi selalu tinggal di rumah pribadinya, maka proses perbaikan atau reparasi menjadi lebih sederhana,” ungkap Heru Hermawanto.

Heru menjamin semua prosedur dan ketentuan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar ditaati dalam menjalankan proses reparasi bangunan cagar budaya ini. Apalagi terjadi penghematan anggaran hingga sekitar 20 persen. "Itu hasil dari review Pemprov DKI Jakarta atas rencana renovasi yang ada pada APBD tahun 2017 sebesar Rp 2,9 miliar,” terangnya.

Seperti diketahui, sejak dilantik pada tahun 2017, Anies Baswedan dan keluarganya tidak tinggal di rumah dinas tersebut. Namun, Gubernur Anies memilih tetap tinggal di rumah pribadinya di wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.



Sumber: BeritaSatu.com