Perbaiki Rumah Dinas Anies, Rp 2,4 M untuk Atap

Perbaiki Rumah Dinas Anies, Rp 2,4 M untuk Atap
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / YUD Selasa, 8 Oktober 2019 | 16:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI, Heru Hermawanto mengakui anggaran perbaikan rumah dinas Gubernur DKI, Anies Baswedan, paling besar dialokasikan untuk perbaikan atap kayu.

“Ya pasti komponen atap. Atap itu memang paling mahal. Rangka atap paling besar kita perbaiki,” kata Heru Hermawanto, Selasa (8/10/2019).

Berdasarkan saran dari Tim Pemugaran Cagar Budaya, jenis kayu yang harus digunakan untuk perbaikan atap kayu rumah dinas gubernur harus mendekati kayu jati asli. Diakuinya, harga kayu jati sangat mahal. Sehingga, alokasi anggaran perbaikan rumah dinas paling banyak tersedot ke perbaikan atap kayu.

“Sebenarnya kalau saran dari tim pemugaran, mendekati kayu jati asli. Iya pakai kayu baru. Sarannya kan memang mendekati kayu yang seperti awalnya. Memang enggak kira-kira mahalnya. Coba cek saja per meter kubik. Kalau dijadikan balokan berapa,” ujar Heru Hermawanto.

Karena harus menggunakan kayu baru, maka mau tidak mau, pihaknya harus membongkar rangka atap kayu yang lama. Lalu memasang kembali kayu baru yang jenisnya harus sama dengan kayu yang lama.

“Ya diupayakan. Kalau tim pemugaran itu sarannya mendekati material yang sama. Harganya memang mahal,” terang Hermawanto.

Selebihnya, ada anggaran untuk komponen lainnya, tetapi tidak sebesar anggaran perbaikan atap kayu yang mencapai ratusan juta rupiah. “Kalau komponen perbaikan lain sih rata-rata kecil. Itemnya banyak. Paling besar di atap hampir berapa ratus juta rupiah. Atap, terus penutup atap ada macam-macam. Mulai dari rangka, balok, reng kemudian dilapisi aluminium foil,” jelas Heru Hermawanto.

Diungkapkannya, anggaran sebesar Rp 2,4 miliar hanya untuk membeli komponen material perbaikan. Belum termasuk ongkos pekerjaan, termasuk ongkos tukang bangunannya.

“Itu belum harga pekerjaan. Nanti ada pekerjaan tukangnya. Kalau dirinci, pekerjaannya ya seperti itu,” ungkap Heru Hermawanto.



Sumber: BeritaSatu.com