Perluasan Gage, Pengurangan Volume Kendaraan Belum Capai Target

Perluasan Gage, Pengurangan Volume Kendaraan Belum Capai Target
Polisi lalu lintas mengawasi plat nomer kendaraan roda empat yang melintasi kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin 9 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / MPA Selasa, 8 Oktober 2019 | 18:03 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Setelah satu bulan kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor plat mobil ganjil genap (gage) diterapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI belum dapat mencapai target pengurangan volume kendaraan di 25 ruas.

Selama sebulan penerapan, pengurangan volume lalu lintas di 25 ruas yang diterapkan perluasan gage baru mencapai 29,58%. Sedangkan Pemprov DKI menargetkan penurunan volume kendaraan sebesar 40%.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo mengatakan hasil evaluasi penerapan kebijakan perluasan gage di 25 ruas sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Meskipun selama sebulan ini, target penurunan volume kendaraan belum tercapai.

Namun ia optimistis secara bertahap, target itu akan tercapai. Dengan melihat terjadinya peningkatan penurunan volume kendaraan bila dibandingkan saat pelaksanaan uji coba penerapan perluasan gage di 25 ruas tersebut.

“Jadi selama sebulan kemarin, untuk volume lalu lintas, penurunannya mencapai 29,58%. Hampir 30%,” kata Syafrin Liputo ketika dihubungi wartawan, Selasa (8/10/2019).

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan umum untuk Transjakarta mengalami peningkatan 12%. Kecepatan kendaraan bertambah menjadi 28,5 kilometer (km) per jam dari awalnya saat uji coba mencapai 25 km/jam.

“Untuk kualitas udara, untuk PM 2.5 terjadi penurunan signifikan untuk yang di kawasan Kelapa Gading, rata-rata mencapai 22%,” ujar Syafrin Liputu.

Diakuinya penurunan volume kendaraan belum mencapai target. Namun baginya, penurunan volume kendaraan bermotor telah mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan.

“Volume kendaraan kan awalnya 25%, sekarang setelah sebulan menjadi 29%. Untuk ukuran jumlah traffic, itu luar biasa,” terang Syafrin Liputo.

Karena itu, ia menilai penerapan perluasan gage cukup berhasil mengurai kemacetan di Jakarta. Sehingga laju lalu lintas di jalan Ibu Kota semakin lancar. Terutama di 25 ruas yang terkena penerapan perluasan gage.

“Berhasil, dari sisi kecepatan meningkat. Biasanya peningkatan kecepatan nol koma sekian, sekarang sudah 25 km per jam, sekarang ke 28 km per jam. Ini cukup signifikan,” tegas Syafrin Liputo.



Sumber: BeritaSatu.com